ADV Honda

Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkab Gorontalo Susun Strategi Penanganan Terpadu

37
×

Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkab Gorontalo Susun Strategi Penanganan Terpadu

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penanggulangan TBC di Grand Bukit Proja, Limboto Barat, Jumat (12/6/2026).
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo mempercepat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) dengan menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) yang melibatkan berbagai sektor.

Langkah tersebut dilakukan menyusul masih tingginya temuan kasus TBC di Kabupaten Gorontalo sepanjang tahun 2026.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, sebanyak 658 kasus TBC ditemukan melalui jaringan puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut hingga tahun 2026.

Untuk memperkuat penanganan, Pemkab Gorontalo menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penanggulangan TBC di Grand Bukit Proja, Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Jumat (12/6/2026).

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menegaskan penyusunan Rencana Aksi Daerah tidak boleh berhenti sebagai agenda administratif semata.

“Kita ingin rencana aksi ini menjadi instrumen kerja yang jelas, terukur, dan mampu menjawab tantangan penanggulangan TBC,” ujar Sofyan.

Menurutnya, hasil pelaksanaan program harus dapat dievaluasi secara berkelanjutan dari tahun ke tahun agar penanganan berjalan efektif.

Ia menilai keberhasilan pengendalian TBC membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan hingga keluarga pasien.

Selain fokus pada TBC, Pemkab Gorontalo juga mendorong integrasi berbagai program kesehatan melalui Posyandu dan penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Upaya tersebut mencakup penguatan intervensi stunting serta peningkatan kewaspadaan terhadap malaria sebagai bagian dari layanan kesehatan yang terintegrasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail Akaseh, mengatakan penyusunan RAD menjadi bagian dari strategi daerah untuk memperkuat upaya eliminasi TBC.

“Penanggulangan TBC tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek sosial, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Ismail.

Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan Peraturan Bupati yang mengatur penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria sebagai payung kebijakan program kesehatan masyarakat.(*)

UMGO