ADV Honda

Pemkot Gorontalo Targetkan Ekonomi Tumbuh 5,9 Persen pada 2027

48
×

Pemkot Gorontalo Targetkan Ekonomi Tumbuh 5,9 Persen pada 2027

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo, Senin (20/7/2026), terkait penyampaian KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027.
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Pemerintah Kota Gorontalo menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah berada pada kisaran 5,8 hingga 5,9 persen pada tahun 2027. Penguatan sektor UMKM dan pembentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru menjadi strategi utama untuk mencapai target tersebut.

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, saat menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo, Senin (20/7/2026).

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Menurut Adhan, pembangunan Kota Gorontalo pada 2027 akan difokuskan pada pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang didukung transformasi digital.

“Tema ini difokuskan pada penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tersebar di berbagai kawasan kota, dengan tujuan untuk menjawab tantangan keterbatasan sumber daya fisik dan meningkatkan produktivitas ekonomi melalui penguatan UMKM, wirausaha, koperasi, serta pemanfaatan teknologi digital,” ujar Adhan.

Pemerintah menilai UMKM memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas UMKM dan wirausaha ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh prioritas pembangunan Kota Gorontalo tahun 2027.

Pemkot akan mendorong pengembangan usaha masyarakat melalui peningkatan akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan pemanfaatan teknologi digital.

Strategi tersebut dinilai sejalan dengan capaian ekonomi Kota Gorontalo dalam beberapa tahun terakhir. Data pemerintah menunjukkan pertumbuhan ekonomi pada 2025 mencapai 5,74 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang berada pada angka 4,36 persen.

Tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan dari 5,74 persen pada 2024 menjadi 5,31 persen pada 2025. Sementara tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 3,79 persen.

“Pemerintah Kota Gorontalo tetap berharap pertumbuhan makro ekonomi daerah tetap stabil. Rencana penggunaan dana pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan harus dialokasikan berdasarkan analisis prioritas kebutuhan daerah dan digunakan secara efisien dan efektif,” kata Adhan.

Selain penguatan UMKM, Pemkot akan mengintegrasikan transformasi digital dalam berbagai sektor, termasuk pelayanan publik dan pengelolaan perpajakan.

Adhan menilai pengembangan pusat-pusat ekonomi baru akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah, mulai dari meningkatnya investasi, bertambahnya lapangan pekerjaan, hingga naiknya daya beli masyarakat.

“Kami ingin memastikan pertumbuhan ekonomi yang dicapai benar-benar dirasakan masyarakat. Ketika UMKM tumbuh, lapangan kerja bertambah, pendapatan meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut naik. Itulah tujuan utama pembangunan yang sedang kita dorong,” tegasnya.

Selain target pertumbuhan ekonomi 5,8-5,9 persen, Pemkot Gorontalo juga menetapkan target indikator makro lainnya pada 2027, yakni inflasi 2,1 persen, tingkat pengangguran terbuka 3,74 persen, angka kemiskinan 5,22 persen, rasio gini 0,393, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 80,45.(*)

UMGO