ADV Honda

Disdik Gorontalo Tegaskan Sekolah Tetap Masuk Normal Pasca Final Piala Dunia

103
×

Disdik Gorontalo Tegaskan Sekolah Tetap Masuk Normal Pasca Final Piala Dunia

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, menegaskan sekolah tetap masuk pukul 07.15 WITA pasca final Piala Dunia 2026.
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, menegaskan tidak ada perubahan jam masuk sekolah pasca nonton bareng final Piala Dunia 2026.

Hal itu disampaikannya usai pertemuan virtual bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah se-Provinsi Gorontalo membahas kesiapan satuan pendidikan menghadapi momen final Piala Dunia.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Aktivitas belajar mengajar pada Senin, 20 Juli 2026, tetap berlangsung normal mulai pukul 07.15 WITA hingga pukul 15.45 WITA di seluruh sekolah.

“Kami tidak menerbitkan edaran khusus soal perubahan jam masuk. Sekolah tetap berjalan normal seperti hari-hari biasa,” ujar Sudarman.

Sebagai antisipasi peserta didik yang baru pulang menonton pertandingan dini hari, sekolah mengisi awal jam pelajaran dengan kerja bakti dan penataan ruang kelas.

Kebijakan teknis tersebut diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan sesuai kondisi lapangan dan kebutuhan sekolah dalam menjaga kesiapan proses pembelajaran.

Terkait siswa yang datang terlambat karena menyaksikan siaran langsung final Piala Dunia, sekolah tidak akan memberikan sanksi disiplin kepada peserta didik.

Sebagai pengganti sanksi, siswa diminta membuat resume atau analisis mengenai nilai positif yang dapat dipetik dari momen final Piala Dunia empat tahunan.

Tugas tersebut akan difasilitasi oleh guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan atau guru Bimbingan Konseling di masing-masing sekolah.

Sudarman juga mengimbau orang tua agar mengawasi anak-anak setelah pertandingan usai dan mencegah konvoi maupun berkumpul dalam kelompok besar.

“Kami minta orang tua ikut mengawasi. Jangan sampai anak-anak konvoi atau berkumpul dalam jumlah besar setelah nonton, karena itu justru bisa merugikan mereka sendiri,” tegasnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak melarang sekolah menggelar nonton bareng bersama masyarakat selama tidak mengganggu proses belajar mengajar dan mengikuti ketentuan berlaku.

Disdik berharap sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik dapat menikmati euforia final Piala Dunia tanpa mengorbankan kelancaran proses pendidikan di Gorontalo.(*)

UMGO