ADV Honda

Mahasiswa Baru UMGO 2026 Datang dari 19 Provinsi, Disambut Budaya Gorontalo Saat PKKMB

78
×

Mahasiswa Baru UMGO 2026 Datang dari 19 Provinsi, Disambut Budaya Gorontalo Saat PKKMB

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Mahasiswa baru UMGO mengikuti pembukaan PKKMB Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Indoor David Bobihoe Akib, Senin (31/8/2026), yang turut diwarnai prosesi adat Tujai dan pertunjukan Tari Langga.

DIGIMEDIA.ID – Mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) Tahun Akademik 2026/2027 yang berasal dari 19 provinsi disambut budaya Gorontalo dalam pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), di Gedung Indoor David Bobihoe Akib dengan mengusung tema Excellent and Leading University Senin (31/8/2026).

Hal tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus membangun karakter sebagai bagian dari keluarga besar UMGO.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Nuansa budaya Gorontalo terlihat sejak kedatangan jajaran pimpinan UMGO yang disambut melalui prosesi adat Tujai dan pertunjukan Tari Langga, menjadi bagian dari upaya UMGO memperkenalkan identitas kampus sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah kepada mahasiswa baru.

Kehadiran unsur adat dalam pembukaan PKKMB juga memperlihatkan pendidikan di UMGO berjalan berdampingan dengan nilai budaya dan pembentukan karakter.

Rektor UMGO Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong mengajak mahasiswa baru menjadikan masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk mengembangkan diri.

Pengembangan tersebut, kata dia, tidak hanya mencakup kemampuan akademik, tetapi juga karakter selama menjalani proses pendidikan.

Menurut Rektor, mahasiswa memiliki tanggung jawab besar karena kehadirannya di perguruan tinggi membawa harapan orang tua dan daerah asal.

“Mahasiswa itu adalah duta besar yang berkuasa penuh. Kalian datang ke sini mewakili orang tua dan daerah masing-masing untuk menimba ilmu,” ujar Rektor.

Ia menegaskan perkembangan dan kemajuan mahasiswa sangat bergantung pada kualitas iman dan ilmu yang dimiliki.

Karena itu, mahasiswa UMGO tidak hanya diarahkan memiliki kemampuan akademik, tetapi juga akhlak, kepemimpinan, dan soft skill.

Rektor juga menyampaikan mahasiswa memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan sarjana dalam waktu 3,5 tahun.

Ia mendorong mahasiswa sejak awal menyusun perencanaan studi dengan baik agar masa pendidikan dapat ditempuh secara efektif.

“Kalau bisa 3,5 tahun, kita beri ruang untuk itu,” ungkapnya.

Selain itu, Rektor menjelaskan mahasiswa tidak harus menunggu semester akhir untuk mulai mempersiapkan tugas akhir.

Menurutnya, skripsi sudah dapat diprogramkan sejak semester VI sebagai bagian dari perencanaan pendidikan mahasiswa.

“Skripsi bukan sesuatu yang harus menunggu ujian terakhir. Semester VI sudah bisa diprogramkan,” jelasnya.

Rektor juga menjelaskan setiap perguruan tinggi memiliki karakter atau penciri yang menjadi kekuatan masing-masing.

Di UMGO, budaya akademik dibangun dengan memadukan nilai religius, leadership, dan pengetahuan.

“Kalau kita berada di lingkungan yang bagus, di kampus yang religius, maka penciri kita juga lahir dari situ,” jelasnya.

Ia menyebut mahasiswa UMGO memiliki kesempatan tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang tidak hanya menekankan ilmu pengetahuan.

Lingkungan tersebut juga diarahkan untuk membangun iman, akhlak, kepemimpinan, dan soft skill mahasiswa.

Di sisi lain, Rektor memastikan lingkungan UMGO terbuka bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Meskipun merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah, UMGO tetap menjunjung nilai keberagaman dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Walaupun kampus Islam, bagi mahasiswa non-Muslim jangan ragu. Muhammadiyah adalah organisasi yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika dan keberagaman,” tegasnya.(*)

UMGO