ADV Honda

Minat Ikut KKN MAS Meningkat, UMGO Berangkatkan 22 Mahasiswa ke Malang

72
×

Minat Ikut KKN MAS Meningkat, UMGO Berangkatkan 22 Mahasiswa ke Malang

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Sebanyak 22 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan Aisyiyah (KKN MAS) Tahun 2026 mengikuti pengarahan sebelum diberangkatkan ke Malang dalam kegiatan pelepasan di Gedung LPPM UMGO, Senin (27/7/2026).
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) resmi melepas 22 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan Aisyiyah (KKN MAS) Tahun 2026 yang akan bertugas di Malang. Pelepasan berlangsung di Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMGO, Senin (27/7/2026).

Sebanyak 22 mahasiswa yang diberangkatkan berasal dari Program Studi Administrasi Publik, Psikologi, dan Ilmu Keolahragaan. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang keikutsertaan UMGO dalam program KKN Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Kegiatan pelepasan dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UMGO, Dr. Muh. Firyal Akbar. Ia mengatakan UMGO terus berkomitmen mengikuti KKN MAS sebagai bentuk dukungan terhadap program Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dr. Firyal mengungkapkan, UMGO pernah menjadi tuan rumah KKN MAS angkatan III dan sejak saat itu konsisten mengirimkan mahasiswa setiap tahun.

“Tahun lalu pesertanya tidak sampai 10 orang, sementara tahun ini mencapai 22 mahasiswa. Ini menunjukkan antusiasme mahasiswa, termasuk mahasiswa asal Timor Leste, semakin tinggi untuk mengikuti KKN MAS,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan Rektor UMGO kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian di lokasi KKN.

Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Administrasi Umum UMGO, Dr. Salahudin Pakaya, mengingatkan peserta agar tetap membawa karakter sebagai kader Muhammadiyah selama mengikuti KKN MAS.

Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika berada di daerah penugasan, terutama karena adanya perbedaan kondisi cuaca dan lingkungan dengan Gorontalo.

“Jangan lupa membawa ciri khas Muhammadiyah di mana pun berada. Mampulah beradaptasi dengan lingkungan, jaga kesehatan karena suhu di lokasi tentu berbeda dengan di Gorontalo,” ungkap Dr. Salahudin.

Ia menambahkan, terpilih sebagai peserta KKN MAS merupakan prestasi yang patut disyukuri karena akan menjadi bagian dari pengalaman pengabdian yang bernilai bagi mahasiswa.(*)

UMGO