BOALEMO – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Boalemo dirancang tidak hanya memperkuat sektor perikanan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi petani dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
KNMP Kecamatan Tilamuta diposisikan sebagai pusat atau hub kegiatan ekonomi. Sementara itu, KNMP yang dibangun di enam kecamatan lainnya akan menjadi titik pendukung yang terhubung dalam rantai ekonomi tersebut.
Sebagai pusat kegiatan, KNMP Tilamuta akan dilengkapi fasilitas pengolahan ikan, pabrik es, cold storage, serta rumah produksi ikan roa, ikan fufu, dan ikan teri.
Kawasan tersebut juga direncanakan memiliki pom bensin, toko produk, gedung pertemuan, pasar kuliner, bengkel kapal, tambatan perahu, hingga fasilitas penampungan sampah.
Kelengkapan fasilitas itu diharapkan menciptakan aktivitas ekonomi yang berkembang dari sektor perikanan, mulai dari pengolahan, penyimpanan, hingga pemasaran produk kepada masyarakat.
Pelaku UMKM dapat mengambil peran melalui usaha pengolahan, perdagangan, kuliner, maupun pemasaran produk lokal. Sementara petani dapat terhubung dengan kebutuhan bahan baku dan aktivitas ekonomi yang tumbuh.
Bupati Boalemo Rum Pagau meminta masyarakat tidak hanya menjadi penonton terhadap berbagai program pembangunan yang masuk ke daerah.
“Bapak dan Ibu, saya minta masyarakat Boalemo jangan cuma tidur. Manfaatkan semua program yang masuk ke daerah,” ujar Rum Pagau saat peletakan batu pertama pembangunan KNMP di Desa Tabulo Selatan, Kecamatan Mananggu, Selasa (9/9).
Rum menegaskan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak semata-mata ditujukan bagi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan.
“Pembangunan Kampung Nelayan ini bukan cuma untuk nelayan, tapi ada porsi khusus untuk petani hingga pelaku UMKM,” katanya.
Pembangunan KNMP dilaksanakan secara serentak di tujuh titik yang tersebar di Kabupaten Boalemo dengan total nilai proyek mencapai Rp10.816.767.000.
Menurut Rum Pagau, pembangunan KNMP menjadi bagian dari sejumlah program strategis yang masuk ke Kabupaten Boalemo dan diharapkan memberikan manfaat ekonomi lebih luas.
Ia menyebut Kabupaten Boalemo saat ini telah mendapatkan delapan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang masuk ke daerah.
“Boalemo saat ini mendapatkan 8 Proyek Strategis Nasional yang sudah masuk. Kalau ini dibebankan pada anggaran daerah, mustahil bisa dibangun,” ungkapnya.
Rum berharap masyarakat dapat mengambil bagian dalam berbagai peluang yang muncul dari program pembangunan tersebut sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi penting agar pembangunan tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di Kabupaten Boalemo.(*)














