ADV Honda

Idah Tekankan Mitigasi Bencana Berkelanjutan di Rakor Penanggulangan Bencana Gorontalo 2026

81
×

Idah Tekankan Mitigasi Bencana Berkelanjutan di Rakor Penanggulangan Bencana Gorontalo 2026

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat foto bersama usai Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Provinsi Gorontalo 2026 di Ballroom Hotel Fox, Kamis (23/4/2026).

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan komitmen penguatan mitigasi bencana berkelanjutan sebagai langkah strategis menghadapi potensi bencana di daerah.

Hal itu disampaikan Idah saat membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana tingkat Provinsi Gorontalo di Ballroom Hotel Fox, Kota Gorontalo, Kamis (23/4/2026).

Ia menilai penanganan bencana harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap pencegahan, penanganan saat terjadi bencana, hingga pemulihan pascabencana.

“Mitigasi bencana harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak bisa parsial. Harus mencakup pencegahan, penanganan, hingga pemulihan pascabencana,” kata Idah.

Menurutnya, Gorontalo memiliki potensi kerawanan bencana cukup tinggi, seperti gempa bumi, banjir, dan kebakaran akibat kekeringan.

Karena itu, perlu didorong peningkatan kesiapsiagaan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia serta edukasi mitigasi, terutama di lingkungan sekolah dan perkantoran.

Selain itu, Idah menyoroti pentingnya penerapan standar operasional prosedur kebencanaan di setiap lokasi, termasuk hotel dan tempat kegiatan.

Ia juga menekankan perlunya simulasi rutin serta pemahaman jalur evakuasi bagi seluruh peserta kegiatan sebagai langkah antisipasi dini.

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Gorontalo Rusli Nusi menyampaikan rakor ini kembali digelar setelah terakhir dilaksanakan pada 2023.

Rakor tersebut bertujuan menyinkronkan data, program, serta rencana aksi penanggulangan bencana sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk memperkuat komitmen dan menjadikan forum ini sebagai wadah dialog dalam menyamakan arah kebijakan penanggulangan bencana di daerah,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 150 peserta dari unsur TNI/Polri, instansi vertikal, kepala dan jajaran BPBD kabupaten/kota, serta undangan terkait lainnya.(*)