ADV Honda

Belajar dari TIFF, Pemprov Gorontalo Siapkan Strategi Pengembangan Karnaval Karawo

52
×

Belajar dari TIFF, Pemprov Gorontalo Siapkan Strategi Pengembangan Karnaval Karawo

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail melepas 71 peserta Stulap PKA Angkatan I 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Minggu (30/8/2026). Peserta akan melakukan studi lapangan di Kota Tomohon.

DIGIMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo menjadikan Tomohon International Flower Festival (TIFF) sebagai bahan pembelajaran untuk mengembangkan Gorontalo Karnaval Karawo.

Hal itu disampaikan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat melepas 71 peserta Studi Lapangan (Stulap) Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I 2026.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Pelepasan peserta berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Minggu (30/8/2026).

Para peserta yang terdiri atas pejabat pengawas dan administrator tersebut akan mengikuti studi lapangan di Kota Tomohon pada 30 Agustus hingga 5 September 2026.

Gusnar meminta peserta mempelajari bagaimana TIFF yang sebelumnya berskala kecil dapat berkembang menjadi kegiatan berskala internasional.

Menurut Gusnar, peserta PKA berada pada posisi sebagai perancang sekaligus pemberi solusi dalam pemerintahan.

“Anda semua sudah berada di tingkatan perancang dan pemberi solusi. Jadi lihat saja bagaimana itu (TIFF) bisa mendunia,” pesan Gusnar saat Pelepasan peserta di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Minggu (30/8/2026).

Ia meminta hasil pembelajaran tersebut tidak berhenti pada teori, tetapi dapat dipaparkan dan menjadi bahan pengembangan di Gorontalo.

Gusnar juga menekankan pentingnya mempelajari digitalisasi pemerintahan yang diterapkan di Kota Tomohon.

Menurut dia, digitalisasi pemerintahan di Gorontalo sudah berjalan cukup baik melalui Portal Satu Data dan berbagai aplikasi lainnya.

Karena itu, peserta PKA diminta mencari praktik-praktik yang dapat diterapkan untuk memperkuat pemanfaatan teknologi digital di Gorontalo.

“Jadi pelajari di sana yang praktis praktis saja. Cukup dua pertama teori, kemudian regulasinya dan bagaimana implementasinya di sini,” kata Gusnar.

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menjelaskan, pemilihan Tomohon sebagai lokus studi lapangan memiliki agenda khusus.

Peserta akan mempelajari pengelolaan TIFF yang mampu berkembang dari kegiatan berskala kecil menjadi festival bertaraf internasional.

Pembelajaran tersebut dinilai relevan dengan agenda Pemerintah Provinsi Gorontalo yang rutin menggelar Gorontalo Karnaval Karawo.

“Studi lapangan ini ada agenda khusus karena kita ingin mempelajari bagaimana Kota Tomohon memanage yang dulu berskala kecil sekarang sudah berskala internasional yaitu Tomohon Internasional Flower Festival,” jelas Budi.(*)

UMGO