ADV Honda

Adhan Tegaskan Proyek Dana Kelurahan di Kota Gorontalo Harus Prioritaskan Tenaga Kerja Setempat

135
×

Adhan Tegaskan Proyek Dana Kelurahan di Kota Gorontalo Harus Prioritaskan Tenaga Kerja Setempat

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea memimpin rapat koordinasi bersama pengurus LPM di Bandhayo Lo Yiladia. Dalam rapat itu, ia menegaskan proyek dana kelurahan harus melibatkan tenaga kerja lokal.
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menegaskan proyek yang dibiayai melalui dana kelurahan harus memprioritaskan tenaga kerja dari lingkungan setempat. Kebijakan itu diharapkan dapat mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada warga.

Penegasan tersebut disampaikan Adhan saat memimpin rapat koordinasi bersama pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dari sejumlah kelurahan dan kecamatan di Kota Gorontalo, di Bandhayo Lo Yiladia (BLY), Rabu (3/6/2026).

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Dalam arahannya, Adhan meminta dana kelurahan dimanfaatkan secara maksimal untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Perbaikan saluran dan infrastruktur lingkungan menjadi prioritas yang harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

Menurut Adhan, penggunaan dana kelurahan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui pembukaan kesempatan kerja.

“Yang bekerja harus warga lokal. Artinya, kalau proyek itu berada di Kelurahan A, maka pekerjanya juga harus warga dari kelurahan tersebut,” tegas Adhan.

Ia menolak penggunaan tenaga kerja dari luar wilayah apabila masih tersedia warga setempat yang dapat dilibatkan dalam pelaksanaan pekerjaan.

“Bukan diambil dari Kelurahan B. Karena saya mau pemberdayaan masyarakat lokal, berjalan sesuai dengan harapan saya,” tambahnya.

Adhan menjelaskan, dana kelurahan yang berkisar Rp200 juta per kelurahan harus dikelola sesuai ketentuan. Sebanyak 70 persen dialokasikan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur.

Sementara itu, 30 persen lainnya digunakan untuk kegiatan sosial serta program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat bagi warga.

Selain mengawasi pemanfaatan dana kelurahan, LPM juga diminta berperan aktif dalam setiap program dan kebijakan yang dijalankan pemerintah di tingkat kecamatan maupun kelurahan.

Menurut Adhan, koordinasi antara lurah, camat, dan LPM penting dilakukan agar seluruh program pembangunan berjalan searah dan tepat sasaran.

“LPM harus menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan,” ujar Adhan.

Pada kesempatan tersebut, Adhan juga mengungkapkan rencana pengukuhan pengurus LPM secara serentak mulai tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan.

Pengukuhan tersebut direncanakan berlangsung di Stadion Merdeka Kota Gorontalo sebagai langkah memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Ia berharap LPM dapat semakin aktif menjalankan fungsi sebagai jembatan aspirasi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

“LPM harus lebih aktif dan menjadi jembatan aspirasi masyarakat,” pungkasnya.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri pengurus LPM dari berbagai kelurahan dan kecamatan di Kota Gorontalo bersama Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea.(*)

UMGO