ADV Honda

Didampingi Ayah Saat Wisuda, Noer Mayang Buktikan Keterbatasan Fisik Tak Membatasi Impian

33
×

Didampingi Ayah Saat Wisuda, Noer Mayang Buktikan Keterbatasan Fisik Tak Membatasi Impian

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Noer Mayang didampingi sang ayah saat menuju panggung wisuda UMGO. Menggunakan kursi roda, lulusan Program Studi Ilmu Komputer itu membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih cita-cita pendidikan tinggi.
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Menuju panggung wisuda menjadi momen penuh haru bagi Noer Mayang. Dengan menggunakan kursi roda dan didampingi sang ayah, Noer Mayang perlahan menuju tempat pengukuhan sebagai lulusan Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) dalam Wisuda XXIII Program Sarjana, Profesi, dan Magister, Selasa (14/7/2026).

Momen tersebut menjadi gambaran perjuangan panjang seorang mahasiswa dengan keterbatasan fisik yang tetap teguh mengejar cita-cita di dunia pendidikan. Di balik senyum saat menerima ijazah, tersimpan kisah tentang ketekunan, dukungan keluarga, serta lingkungan kampus yang memberikan ruang bagi setiap mahasiswa untuk berkembang.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Noer berhasil menyelesaikan studinya di Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), dengan capaian akademik membanggakan. Lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,43 dan predikat Sangat Memuaskan itu membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan menjadi batasan untuk meraih pendidikan tinggi.

Perjalanan selama menempuh perkuliahan tidak selalu mudah. Berbagai tantangan harus dilalui, mulai dari keterbatasan mobilitas hingga proses adaptasi dalam menjalani aktivitas akademik.

Namun, dukungan dari keluarga, dosen, serta teman-teman di lingkungan kampus menjadi kekuatan yang membuatnya mampu bertahan hingga menyelesaikan pendidikan.

“Semua dukungan yang saya dapatkan menjadi kekuatan untuk terus bertahan hingga hari ini,” kata Noer.

Menurutnya, suasana kampus yang penuh kepedulian memberikan pengalaman berharga selama menjalani masa perkuliahan. Fasilitas yang mendukung serta sikap terbuka dari civitas akademika UMGO membuat dirinya merasa diterima dan mendapatkan kesempatan yang sama seperti mahasiswa lainnya.

“Fasilitas kampus baik, dosen-dosen selalu merangkul saya, dan teman-teman selalu menjaga serta membantu saya dalam proses pembelajaran,” ujarnya.

Kehadiran Noer Mayang di panggung wisuda menjadi salah satu potret nyata pentingnya pendidikan harus mampu membuka kesempatan bagi semua orang. UMGO menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang memberikan akses dan pelayanan pendidikan bagi seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas.(*)

UMGO