KAMPUS – Universitas Gorontalo (UNIGO) mematangkan kurikulum Mata Kuliah Penciri berbasis visi Mo’odelo dengan melibatkan akademisi, tokoh adat dan budayawan untuk mengintegrasikan budaya lokal serta pembangunan berkelanjutan dalam pendidikan tinggi.
Pembahasan tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum Mata Kuliah Penciri yang digelar Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Duluwo Limo Lo Pohala’a (YPDLP) Gorontalo, Senin (28/9/2026).
FGD tersebut secara khusus membahas integrasi nilai budaya Mo’odelo dan pembangunan berkelanjutan ke dalam kurikulum UNIGO, sekaligus menghimpun masukan untuk menyempurnakan materi dan capaian pembelajaran.
Ketua YPDLP Gorontalo, Rifai Ali, mengatakan pelibatan akademisi dan tokoh budaya diperlukan untuk merumuskan mata kuliah yang sesuai dengan visi Mo’odelo.
“Karakter Mo’odelo yang mau diintegrasikan di dalam kurikulum. Jadi ada mata kuliah, budaya Mo’odelo, dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Rifai.
Ia menjelaskan, masukan dari para akademisi, tokoh adat dan budayawan dibutuhkan untuk melengkapi substansi mata kuliah, struktur kurikulum hingga capaian pembelajaran.
Penyusunan kurikulum tersebut juga dikaitkan dengan pendekatan Outcome Based Education (OBE), yakni pendidikan berbasis capaian pembelajaran.
Para tokoh adat dan budayawan yang dilibatkan merupakan pihak yang selama ini berkonsentrasi pada kajian adat dan kebudayaan Gorontalo.
Masukan mereka diharapkan dapat menyempurnakan Mata Kuliah Penciri agar selaras dengan visi Mo’odelo sekaligus memenuhi kebutuhan pembelajaran berbasis OBE.
Setelah FGD, hasil pembahasan akan diramu di tingkat rektorat untuk didetailkan, termasuk penyempurnaan materi perkuliahan dan penentuan tenaga pengajar.
Rifai mengungkapkan, secara kelembagaan Mata Kuliah Penciri tersebut telah disahkan oleh Senat UNIGO. Tahapan berikutnya difokuskan pada pematangan pelaksanaan dan penyiapan dosen pengampu.
“Mata kuliahnya sudah ada karena sudah habis disenatkan. Hanya membangun mata kuliah ini kemudian menentukan siapa tenaga pengajarnya,” katanya.
Mata Kuliah Penciri Mo’odelo direncanakan diterapkan pada jenjang sarjana (S1), magister (S2), dan kemungkinan doktoral (S3).(*)














