EKONOMI – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pohuwato menunjukkan peningkatan pada 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi daerah tersebut tumbuh 12,61 persen pada triwulan II, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.
Data tersebut disampaikan Kepala BPS Kabupaten Pohuwato, Harim Imran, S.E., M.Si., saat memaparkan kondisi kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi daerah kepada Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, Selasa (3/11/2026), di ruang kerja bupati.
Berdasarkan pemaparan BPS, pertumbuhan ekonomi Pohuwato pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 10,24 persen. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 12,61 persen pada triwulan II tahun yang sama.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Pohuwato juga mengalami peningkatan. Pada triwulan II 2025, ekonomi daerah tercatat tumbuh sebesar 7,26 persen.
Menanggapi perkembangan tersebut, Bupati Saipul A. Mbuinga menilai terdapat sejumlah faktor yang turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di Pohuwato. Di antaranya pertambahan jumlah penduduk, masuknya investasi, terbukanya peluang kerja, serta meningkatnya mobilitas masyarakat.
Saipul menjelaskan, aktivitas wisatawan, pendatang, maupun masyarakat yang melintasi wilayah Pohuwato ikut memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi daerah.
Aktivitas masyarakat yang singgah dan berbelanja di sejumlah tempat persinggahan turut menggerakkan sektor perdagangan dan jasa. Kondisi ini menjadi bagian dari dinamika ekonomi yang berkembang di wilayah tersebut.
Selain aktivitas perdagangan dan investasi, keberadaan pelabuhan serta bandara juga dinilai memiliki peran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Kelancaran arus mudik turut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pemerintah daerah.
“Semoga ke depan pertumbuhan ekonomi Pohuwato semakin meningkat. Berbagai infrastruktur dan faktor pendukung lainnya tentu perlu menjadi perhatian pemerintah, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Saipul.
Pemaparan BPS tersebut turut membahas perkembangan kemiskinan Pohuwato. Persentase penduduk miskin pada 2026 tercatat turun menjadi 13,35 persen dari 15,24 persen pada 2025.
Jumlah penduduk miskin juga berkurang sebanyak 2,89 ribu orang menjadi 23,21 ribu orang. Garis kemiskinan Kabupaten Pohuwato pada 2026 tercatat sebesar Rp467.406 per kapita per bulan.(*)














