KAMPUS – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) mendorong penguatan kurikulum Pendidikan Profesi Guru (PPG) agar calon pendidik memiliki kompetensi lebih luas dalam menghadapi kondisi nyata pembelajaran di sekolah, termasuk mendampingi peserta didik dengan kebutuhan yang beragam.
Hal ini disampaikan Wakil Rektor I UMGO, Dr. Muh. Firyal Akbar, dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Calon Guru Tahap I Semester II Tahun Ajaran 2026/2027 di Hotel Fox Kota Gorontalo, Kamis (5/11/2026).
Perkembangan dunia pendidikan dinilai menuntut calon guru tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki pemahaman dan keterampilan dalam menghadapi karakteristik serta kebutuhan peserta didik yang berbeda-beda.
Salah satu kondisi yang perlu menjadi perhatian adalah keberadaan anak berkebutuhan khusus yang kini juga diterima dan belajar di sekolah umum. Situasi ini membutuhkan kesiapan guru dalam memberikan pendampingan serta perlakuan pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing peserta didik.
Penguatan kompetensi tersebut dianggap perlu menjadi bagian dari pembelajaran dalam program PPG. Calon pendidik membutuhkan bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar mampu menghadapi beragam situasi ketika menjalankan tugas di sekolah.
Bahkan, persoalan ini didorong menjadi usulan pengembangan kurikulum PPG di tingkat nasional, baik melalui penambahan mata kuliah khusus maupun penyediaan bentuk pendampingan yang dapat membekali calon guru menghadapi kondisi lapangan.
“Ini bisa diusulkan oleh Koordinator PPG UMGO ke Jakarta, kepada LPTK, agar ada mata kuliah khusus atau bentuk pendampingan lainnya. Dengan begitu, calon guru kita siap ketika menghadapi kondisi nyata di lapangan,” ungkap Dr. Firyal.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari perhatian UMGO terhadap peningkatan kualitas pendidikan profesi guru. Penguatan materi dan kompetensi diharapkan membuat pembekalan calon pendidik semakin sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.
Selain penguatan kurikulum, kualitas penyelenggaraan PPG juga ditopang oleh kolaborasi yang telah terjalin antara UMGO, LPTK, dan sekolah mitra. Sinergi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program, mulai dari proses pembelajaran hingga pendampingan calon guru.
Dekan FKIP UMGO, Dr. Abdul Hamid Isa, menekankan pentingnya keterlibatan guru pamong dan kepala sekolah mitra dalam menjaga kualitas penyelenggaraan PPG. Kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mendukung proses pendidikan calon guru.
Apresiasi disampaikannya kepada para guru pamong dan kepala sekolah mitra yang telah berkontribusi selama pelaksanaan PPG Calon Guru Tahap I Semester II. Peran sekolah mitra dinilai penting karena menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran dan pembentukan kompetensi calon pendidik.
Evaluasi pelaksanaan program juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk berbagi pengalaman, mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki, serta membangun komitmen bersama dalam meningkatkan pengelolaan PPG pada tahap berikutnya.
Keberhasilan pelaksanaan tahap pertama diharapkan menjadi modal bagi FKIP UMGO untuk memperoleh kepercayaan dan kuota peserta yang lebih besar pada seleksi PPG Calon Guru Tahap II mendatang.
Di sisi lain, UMGO tengah mempersiapkan 23 calon guru yang telah menyelesaikan rangkaian pembelajaran PPG Calon Guru Tahap I Semester II untuk mengikuti Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG).
Dukungan persiapan dilakukan melalui pengayaan materi, pelaksanaan tryout, serta komunikasi dan koordinasi dengan penyelenggara PPG. Upaya ini diarahkan agar seluruh peserta dapat mengikuti tahapan ujian dengan hasil terbaik.(*)














