Scroll Untuk Tutup Iklan
Gorontalo

Transparansi Dalam Kasus Tambang, Penjagub Gorontalo Minta Laporan Resmi

152
×

Transparansi Dalam Kasus Tambang, Penjagub Gorontalo Minta Laporan Resmi

Sebarkan artikel ini
Penjabat Gubernur Ismail Pakaya (tengah) memimpin rapat konsolidasi bersama Dinas Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi (Naker ESDM Trans), Rabu (31/5/2023). (Foto: Mila/Pemprov Gorontalo)

DIGIMEDIA.ID- Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya, mengungkapkan kekhawatirannya terkait isu sensitif yang berkaitan dengan masalah tambang emas dan batu hitam di wilayah tersebut.

Dalam sebuah Rapat Konsolidasi yang diadakan di Dinas Tenaga Kerja, ESDM, dan Transmigrasi (Naker ESDM Trans) pada hari Rabu (31/5/2023), Penjagub Ismail meminta pihak terkait untuk menyampaikan laporan resmi mengenai perkembangan perusahaan tambang dan masalah batu hitam.

Pada pertemuan tersebut, Ismail menyoroti fakta bahwa ia telah menerima laporan dari LSM dan pihak luar pemerintah, namun belum menerima laporan resmi dari instansi terkait di dalam pemerintahan.

Ia menegaskan bahwa sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, ia perlu mendapatkan laporan yang lengkap dan terperinci mengenai batu hitam dan kontrak karya di dua tambang emas yang menjadi perhatian.

Ismail juga mengecam kurangnya transparansi dan kurangnya informasi mengenai kasus-kasus terkait tambang yang terjadi di Suwawa.

Ia mengaku tidak mengetahui bahwa ada beberapa orang yang meninggal akibat permasalahan tambang tersebut, dan hanya satu orang yang terlapor secara resmi.

Karena itu, Ismail memberikan peringatan keras kepada Dinas ESDM yang bertanggung jawab dalam pengelolaan pertambangan.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif dari pihak terkait dan meminta mereka untuk tidak hanya duduk di belakang meja.

Ismail menegaskan bahwa laporan resmi dan informasi yang akurat harus disampaikan kepada pemerintah, dan tidak boleh bergantung pada laporan dari LSM atau pihak eksternal.

Sebagai staf ahli Menaker Bidang Sosial, Politik, dan Kebijakan Publik, Ismail Pakaya menunjukkan pemahaman mendalamnya tentang tugas dan fungsi Dinas Naker ESDM dan Transmigrasi.

Ia menyoroti pentingnya kehadiran pengawas tenaga kerja dan mediator yang berkualitas di lingkungan tersebut. Ismail juga berjanji untuk mengusulkan kebutuhan tambahan tenaga kerja di bidang tersebut ke pemerintah pusat.

Dengan mengunjungi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam waktu 19 hari kerjanya, Penjagubr Ismail Pakaya menunjukkan komitmen dalam melakukan konsolidasi dan memberikan arahan kepada berbagai instansi pemerintahan di Gorontalo. (Ane)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO