ADV Honda

UMGO Gelar Expo KKD Mandiri, Dorong Inovasi dan Pengembangan Desa

168
×

UMGO Gelar Expo KKD Mandiri, Dorong Inovasi dan Pengembangan Desa

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Kabiro Keuangan UMGO, Ramlah Alkatiri, SE MM saat meninjau langsung hasil produk unggulan desa yang ditampilkan mahasiswa dalam Expo KKD Mandiri sebagai wujud kolaborasi kampus dan masyarakat.
Banner Artikel Pilihan

DIGIMEDIA.ID – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menegaskan komitmennya dalam pengabdian masyarakat melalui Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Expo KKD Mandiri Angkatan II, Senin (20/4).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Indoor David Bobihoe Akib ini menjadi ajang menampilkan inovasi dan hasil pengabdian mahasiswa di 18 desa lokasi KKD.

Expo tersebut menghadirkan berbagai produk unggulan desa dari sektor perikanan, pertanian, perkebunan, hingga pengembangan UMKM lokal yang bernilai ekonomi bersama mahasiswa KKD.

Ketua LP2M UMGO, Dr. Indri Afrian Yasin, menyampaikan expo ini menjadi momentum penting memperlihatkan kolaborasi nyata antara kampus dan desa.

“Melalui expo ini, setiap desa dapat saling melihat dan belajar dari produk yang dihasilkan. Ini bukan hanya tentang pencapaian laporan, tetapi bagaimana kita bersama-sama mendorong transformasi desa menjadi lebih mandiri dan produktif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program KKD dirancang terintegrasi, mencakup pengembangan potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, hingga pembinaan sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan.

“Kami ingin menjadikan desa sebagai laboratorium hidup—ruang kolaborasi, inovasi, dan pengabdian. Ke depan, LP2M akan terus mendorong inkubasi bisnis kampus agar produk desa dapat berkembang,” tambahnya.

Rektor UMGO, Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong, menegaskan kegiatan ini membuktikan kampus tidak terpisah dari masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kampus berdampak itu bukan sekadar konsep. Hari ini kita melihat langsung bagaimana ilmu pengetahuan, teknologi, dan pengalaman berpadu dalam menjawab persoalan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti potensi sumber daya alam Gorontalo yang belum sepenuhnya sejalan dengan kondisi sosial, termasuk masih tingginya angka kemiskinan dan stunting.

“Menuju Indonesia Emas, penguatan pendidikan dan karakter menjadi kunci. Momentum ini harus kita jadikan komitmen bersama untuk memperkuat potensi desa,” tegasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua BPH UMGO Drs. Yusnan J. Eki, Ketua PWM Provinsi Gorontalo Dr. Sabara Karim Ngou.

Selain itu hadir perwakilan pemerintah daerah dari Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara, Boalemo, dan Pohuwato, bersama camat, kepala desa, OPD mitra, dosen, dan mahasiswa KKD.(*)