DIGIMEDIA.ID – Pelaku UMKM di Gorontalo diarahkan menjadi pemain utama dalam rantai pasok daerah melalui penguatan akses pembiayaan dan pasar pada momentum Gebyar UMKM 2026 di GPCC.
Kegiatan yang berlangsung 24–26 April 2026 di Gedung GPCC Kota Gorontalo itu difokuskan pada penguatan ekonomi daerah melalui pengembangan dan peningkatan kapasitas UMKM.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail menegaskan UMKM kini menjadi salah satu pilar utama ekonomi Gorontalo, berdampingan dengan sektor pertanian sejak pergeseran struktur ekonomi pada 2015.
Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Gorontalo tahun 2025 mencapai 5,17 persen, melampaui rata-rata nasional, meski kapasitas fiskal daerah sedang tertekan.
Pelaku usaha didorong lebih berani memanfaatkan kredit perbankan sebagai instrumen pengembangan usaha yang terencana dan berkelanjutan.
UMKM diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi bertransformasi menjadi pelaku usaha yang lebih besar dan berdaya saing.
Peluang usaha juga terbuka dari program Satuan Penyedia Makan Gratis (SPPG) yang membutuhkan pasokan bahan secara rutin setiap hari.
Momentum tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperluas skala usaha melalui dukungan pembiayaan perbankan.
Harapan ke depan, penyelenggaraan Gebyar UMKM dapat sepenuhnya digerakkan sektor swasta sebagai bentuk kemandirian pelaku usaha.
“Mindset kita sekarang, kalau bukan pemerintah yang di depan panggung, acaranya tidak berasa apa-apa,” ujar Gusnar.
Gebyar UMKM 2026 diikuti lebih dari 200 pelaku usaha dan difokuskan pada perluasan akses pasar serta percepatan digitalisasi.
Berbagai agenda disiapkan, mulai dari kurasi UMKM, festival kuliner, hingga pemilihan duta UMKM Provinsi Gorontalo.
Kegiatan juga menghadirkan layanan konsultasi usaha, seperti sertifikasi halal, perizinan BPOM, OSS, HAKI, hingga sistem pembayaran digital QRIS.
Kegiatan ini merupakan inisiatif Dekranasda Provinsi Gorontalo bersama pemerintah daerah dan didukung Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo.(*)













