DIGIMEDIA.ID – Penutupan rangkaian HUT ke-298 Kota Gorontalo di Taruna Remaja, dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menyoroti kondisi fiskal dan optimalisasi PAD.
Dalam momentum tersebut, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea mengungkapkan daerah tengah menghadapi tekanan anggaran akibat kebijakan pemerintah pusat.
Ia menyebut, dampak kebijakan tersebut membuat keuangan daerah berkurang signifikan sehingga pemerintah dituntut lebih kreatif menggali potensi pendapatan.
“Tahun 2026 saja kita dikurangi sekitar Rp120 miliar anggaran. Sementara beberapa program juga dibebankan ke daerah,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut pemerintah lebih kreatif dalam menggali potensi pendapatan untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.
Ia menegaskan Kota Gorontalo tidak memiliki sumber daya dari sektor tambang maupun industri sebagai penopang utama pendapatan daerah.
“Pendapatan kita sangat bergantung pada masyarakat,” ungkap Wali Kota Adhan.
Ia mencontohkan kontribusi masyarakat melalui sektor jasa, seperti pajak restoran sebesar 10 persen dari setiap transaksi.
Selain itu, peran aparatur sipil negara (ASN) dinilai penting untuk memperkuat pelayanan dan keterlibatan langsung dengan masyarakat.
“ASN harus memperlihatkan sikap yang nyata di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.
Rangkaian HUT ke-298 Kota Gorontalo sendiri turut diisi lomba kesenian, kegiatan keagamaan, olahraga, e-sport, serta pameran UMKM di depan rumah dinas wali kota.(*)













