Scroll Untuk Tutup Iklan
Headline

Pemprov Gorontalo Kerja Sama dengan Australia Lewat Program SKALA

762
×

Pemprov Gorontalo Kerja Sama dengan Australia Lewat Program SKALA

Sebarkan artikel ini
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki saat menerima cenderamata dari Konsul Jenderal Australia di Makassar Mr. Todd Dias pada Peluncuran Program Kemitraan Australia-Indonesia Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA) bertempat di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Gorontalo, Rabu (11/10/2023). (Foto : Mila)

DIGIMEDIA.ID – Program Kemitraan Australia-Indonesia yang bertujuan untuk Sinergi dan Kolaborasi dalam Akselerasi Layanan Dasar (SKALA) resmi diperkenalkan di Provinsi Gorontalo.

Peresmian ini dimulai dengan pemukulan alat musik polo palo oleh Penjabat Sekretaris Daerah, Budiyanto Sidiki, bersama dengan Konsul Jenderal Australia di Makassar, Mr. Todd Dias.

Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525
ADV
Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525

Peresmian ini berlangsung di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Gorontalo pada hari Rabu, tanggal 11 Oktober 2023.

SKALA sendiri bertujuan untuk mendukung upaya pengurangan kemiskinan dan ketimpangan dengan meningkatkan akses terhadap layanan dasar bagi masyarakat yang berada dalam kelompok miskin dan rentan.

Program ini menitikberatkan pada perkuatan elemen-elemen strategis dalam sistem pemerintahan daerah, seperti manajemen keuangan publik, peningkatan standar pelayanan minimal (SPM), serta perencanaan, penganggaran, serta pemahaman yang lebih mendalam terkait Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI).

Budi, Penjabat Sekretaris Daerah, mengungkapkan bahwa program kemitraan antara pemerintah Indonesia dan Australia melalui SKALA hadir untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam memberikan layanan dasar di Provinsi Gorontalo.

Keberhasilan Provinsi Gorontalo menjadi salah satu dari delapan pemerintah daerah provinsi di Indonesia yang terpilih untuk program ini menjadi sebuah pencapaian yang patut disyukuri.

Budi menyoroti pentingnya pemenuhan layanan dasar ini sebagai upaya untuk menjamin akses yang memadai bagi masyarakat, dan juga sebagai indikator kinerja pemerintah.

Provinsi Gorontalo masih memiliki berbagai tantangan pembangunan, seperti angka kemiskinan yang mencapai 15,15 persen, kemiskinan ekstrem sebesar 4,28 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekitar 69,81 persen.

Masalah di sektor kesehatan, seperti angka prevalensi tengkes yang masih di atas rata-rata nasional sebesar 23,8 persen, serta angka kematian ibu dan bayi yang cukup signifikan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Gorontalo menambahkan bahwa ketidakpenuhan akses dan kualitas layanan dasar merupakan hambatan dalam proses pembangunan daerah.

Oleh karena itu, Provinsi Gorontalo dipilih sebagai lokasi Program SKALA dengan harapan dapat mempercepat pencapaian target pembangunan yang belum optimal terutama terkait layanan dasar.

Program ini adalah hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Australia dengan dukungan dari Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan.

Program ini akan berlangsung selama delapan tahun, terbagi dalam dua fase, yakni fase pertama dari Januari 2023 hingga Desember 2026, dan fase kedua dari Januari 2027 hingga September 2030.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO