ADV Honda

Warga Pesisir Gorut Keluhkan Harga Rumput Laut yang Terus Menurun

46
×

Warga Pesisir Gorut Keluhkan Harga Rumput Laut yang Terus Menurun

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat meninjau sentra budidaya rumput laut di Desa Ilodulunga, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (19/5/2026). (Foto : Mila)

DIGIMEDIA.ID – Warga Desa Ilodulunga, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, mengeluhkan anjloknya harga rumput laut yang berdampak pada pendapatan keluarga pembudidaya dan nelayan pesisir.

Kepala Desa Ilodulunga Mustagfir Bahrudin menjelaskan, budidaya rumput laut sudah menjadi mata pencaharian warga sejak 1994.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Menurutnya, harga rumput laut sempat mencapai Rp39 ribu per kilogram pada 2021 hingga 2023. Kondisi itu disebut mampu menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

“Harga kemarin itu per kilogram sampai Rp39.000 sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Mulai dari anak-anak sampai orang tua bisa merasakannya,” kata Mustagfir, saat kunjungan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail ke desa tersebut, Selasa (19/5/2026).

Namun, harga rumput laut kini turun drastis di kisaran Rp10 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram. Penurunan itu membuat pendapatan warga pesisir ikut berkurang.

Selain persoalan harga, warga juga mengeluhkan kerusakan pemecah ombak di wilayah pesisir desa.

Kerusakan tersebut menyebabkan air laut sering meluap ke permukiman warga saat angin barat dan air pasang terjadi.

“Memang kendala kami itu pak, tiap angin Barat bisa sampai ke rumah kami pak. Kami butuh pemecah ombak untuk menahan luapan air,” ujarnya.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail mengatakan pemerintah daerah telah mencatat sejumlah persoalan yang disampaikan warga, termasuk harga rumput laut dan kerusakan infrastruktur pesisir.

“Saya tadi sudah merekam beberapa hal yang disampaikan soal harga dan pemecah ombak sudah rusak,” kata Gusnar.(*)