DIGIMEDIA.ID – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menggelar Inaugurasi Mahasiswa Program Pembinaan Karakter dan Kepribadian Mahasiswa Baru (PPKKMB) Berasrama Angkatan V Tahap II Tahun 2025–2026 di Indoor UMGO, Ahad (10/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang penampilan bakat mahasiswa setelah menjalani pembinaan karakter, spiritual, serta pengembangan minat dan potensi selama tinggal di asrama.
Berbagai penampilan ditampilkan mahasiswa dalam inaugurasi itu, mulai dari pidato tiga bahasa, tari tradisional, drama, pembacaan puisi, hingga paduan suara.
Rektor UMGO, Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong, mengatakan program berasrama menjadi salah satu keunggulan kampus dalam membentuk karakter sekaligus mengembangkan bakat mahasiswa.
“Hari ini kita akan melihat bakat dan potensi mahasiswa untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Abd. Kadim Masaong.
Menurutnya, program asrama tidak hanya menanamkan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), tetapi juga membentuk kedisiplinan serta kepercayaan diri mahasiswa.
UMGO terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga berkarakter, disiplin, dan berakhlak.
Melalui program berasrama dan pembinaan AIK, mahasiswa didorong berkembang dalam kemampuan spiritual, kepemimpinan, komunikasi, hingga pengembangan bakat dan minat.
Program tersebut juga menjadi nilai tambah bagi mahasiswa saat memasuki dunia kerja karena terbiasa dengan kedisiplinan, tanggung jawab, etika, serta kemampuan bekerja sama.
Kebiasaan positif yang dibangun selama di asrama dinilai mampu membentuk lulusan yang lebih siap bersaing dan mampu memberi dampak positif di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Rektor UMGO juga meminta agar potensi mahasiswa yang tampil dalam inaugurasi terus dibina melalui pusat karir dan program pengembangan mahasiswa lainnya.
“Terbiasa ibadah, tertib ibadah, insya Allah akan menjadi orang sukses,” katanya.
Kepala UPT AIK UMGO, Atiq Aqiqotul Hasanah, menjelaskan program berasrama awalnya diikuti 151 mahasiswa pada tahap pembinaan awal.
Namun hingga evaluasi akhir, sebanyak 139 mahasiswa bertahan mengikuti program dan 133 mahasiswa dinyatakan lulus.
“Atas izin Allah saya menyampaikan laporan berasrama Angkatan V Tahap II,” ujar Atiq.
Ia mengungkapkan pada asesmen awal terdapat sekitar 100 mahasiswa yang belum bisa membaca Al-Qur’an.
Sementara 23 mahasiswa sudah membaca Al-Qur’an meski masih terbata-bata, dan hanya 25 mahasiswa yang dinilai lancar.
Mahasiswa yang sudah lancar kemudian dilibatkan membantu teman-temannya selama proses pembinaan mengaji di asrama.
Setelah empat bulan pembinaan, kemampuan membaca Al-Qur’an dan kedisiplinan ibadah mahasiswa dinilai mengalami peningkatan signifikan.
Atiq juga menyebut seluruh mahasiswa telah mengikuti program minat dan bakat yang hasilnya ditampilkan dalam kegiatan inaugurasi.
“Progresivitas kedisiplinan beribadah meningkat, kemampuan mengaji juga meningkat,” tuturnya.
Kegiatan inaugurasi turut dihadiri Wakil Rektor II UMGO Dr. Salahudin Pakaya, Wakil Rektor III Dr. Thamrim Kum, Kepala Biro Umum dan Keuangan Ramla Alkatiri, Direktur Pascasarjana, para dekan, ketua program studi, kepala UPT, dosen, dan civitas akademika UMGO lainnya.(*)













