DIGIMEDIA.ID – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) kembali menambah jumlah dosen bergelar doktor setelah Widya Kurniati Mohi berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka promosi doktor Program Studi S3 Administrasi Publik di Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam sidang tersebut, Widya mengangkat disertasi berjudul Dynamic Governance dalam Transformasi Pelayanan Pendidikan pada Perguruan Tinggi Swasta di Provinsi Gorontalo.
Penelitian itu menekankan pentingnya inovasi kebijakan, adaptasi organisasi, serta peningkatan kualitas layanan akademik di lingkungan kampus.
Kajian yang dilakukan Widya menekankan bahwa tata kelola pendidikan tinggi perlu bersifat adaptif. Artinya, sistem pengelolaan perguruan tinggi harus mampu merespons perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Melalui pendekatan dynamic governance, Widya menjelaskan bahwa perguruan tinggi swasta dituntut tidak hanya menjalankan fungsi akademik secara konvensional, tetapi juga mampu berinovasi dalam pelayanan pendidikan. Hal ini dinilai penting untuk menjaga daya saing institusi di tengah dinamika global.
Dalam penelitiannya, Widya menemukan sejumlah tantangan mendasar yang masih dihadapi perguruan tinggi swasta di Gorontalo.
Permasalahan tersebut meliputi ketidaksinkronan antara perencanaan dan pelaksanaan kebijakan, serta visi dan strategi yang belum berjalan selaras.
Selain itu, integrasi antara sumber daya manusia, anggaran, dan program dinilai masih lemah sehingga berdampak pada kualitas pelayanan pendidikan.
Sebagai solusi, Widya menawarkan konsep strategic alignment atau keselarasan strategi sebagai fondasi transformasi tata kelola pendidikan tinggi.
Konsep ini menekankan pentingnya keterpaduan antara visi, kebijakan, sumber daya, dan pelaksanaan program secara berkelanjutan.
Penelitian ini menekankan pentingnya evaluasi kebijakan yang dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan sebagai bagian dari praktik dynamic governance, guna memastikan penerapannya berjalan konsisten dan efektif.
Sehingga begitu penting evaluasi kebijakan yang dilakukan secara rutin agar pengelolaan kampus tetap relevan dan berbasis kebutuhan nyata.
Capaian ini mencerminkan tren positif di UMGO dengan bertambahnya jumlah dosen bergelar doktor sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik.
Sekaligus menunjukkan komitmen dalam menghadirkan tenaga pengajar berkualitas, mendorong pengembangan ilmu pengetahuan secara berkelanjutan, serta memperkuat budaya akademik yang unggul, inovatif, dan adaptif.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan strategis bagi perguruan tinggi swasta dalam meningkatkan kualitas layanan dan daya saing.
Temuan tersebut juga dapat dimanfaatkan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan tinggi yang lebih adaptif dan berbasis data.
Bagi masyarakat, penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan terhadap perguruan tinggi swasta sebagai pilihan pendidikan yang kompetitif.
Dalam kesempatan tersebut, Widya turut menyampaikan pesan kepada generasi muda terkait pentingnya kualitas proses belajar dan perencanaan karier.
Menurutnya, keberhasilan masa depan tidak hanya ditentukan oleh nama institusi, tetapi juga komitmen individu dalam menjalani pendidikan.
Sidang terbuka ini turut dihadiri Rektor UMGO Abd Kadim Masaong, Wakil Rektor I Muh Firyal Akbar, Wakil Rektor III Thamrim Kum, serta jajaran pimpinan dan dosen UMGO.(*)














