Scroll Untuk Tutup Iklan
Gorontalo

Marak aksi Bunuh Diri di Gorontalo, Penjagub Minta Khutbah Jumat Bahas Dosa Bunuh Diri

174
×

Marak aksi Bunuh Diri di Gorontalo, Penjagub Minta Khutbah Jumat Bahas Dosa Bunuh Diri

Sebarkan artikel ini
Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya. (Foto: Haris/Diskominfotik)

DIGIMEDIA.ID – Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya, meminta seluruh masjid di wilayah tersebut untuk memberikan khutbah Jumat yang berhubungan dengan larangan dan dosa bunuh diri.

Langkah ini diambil sebagai upaya dalam menanggulangi lonjakan kasus bunuh diri yang terjadi belakangan ini.

Ismail Pakaya menyampaikan instruksi kepada Biro Pemerintahan dan Kesra untuk segera berkoordinasi dengan Kanwil Kementerian Agama dalam menyusun materi khutbah Jumat.

Materi khutbah tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat agar tidak memilih jalan pintas dengan cara bunuh diri.

“Kami minta Biro Pemerintahan dan Kesra untuk segera berkoordinasi dengan Kanwil Kementerian Agama untuk menyusun khutbah Jumat.

Isinya harus memberikan pesan yang kuat kepada masyarakat agar tidak mengambil tindakan bunuh diri,” ujar Penjabat Gubernur Ismail dalam sambutannya pada pelantikan pimpinan tinggi pratama di aula rumah jabatan gubernur pada Rabu (12/7/2023).

Sejak Januari 2023 hingga saat ini, kasus bunuh diri di Gorontalo telah mencapai angka 21 kasus. Hal ini membuat Ismail Pakaya sangat prihatin, dan ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menangani masalah tersebut.

Penjabat Gubernur Ismail juga secara khusus meminta Dinas Sosial untuk bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo dalam mengambil langkah konkret untuk menangani peningkatan kasus bunuh diri.

Ia juga berharap partisipasi dari semua elemen masyarakat dalam membangun kesadaran untuk mencegah bunuh diri.

“Jika ada masjid di setiap dusun, maka di sana harus dibacakan khutbah yang sama. Selama empat Jumat berturut-turut, saya minta materi khutbah terkait kasus bunuh diri. Insya Allah, upaya ini dapat mencegah peningkatan kasus bunuh diri,” tutup Ismail.

Dengan adanya instruksi ini, diharapkan pesan-pesan yang disampaikan melalui khutbah Jumat akan mempengaruhi kesadaran masyarakat dan membantu mengurangi angka bunuh diri di Gorontalo.

Pemerintah dan semua pihak terus berupaya untuk melindungi kesejahteraan mental dan kesehatan jiwa masyarakat. (Cui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO