GORONTALO – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Provinsi Gorontalo mendorong Pemerintah Provinsi Gorontalo mencari sumber pendanaan untuk mempercepat penyelesaian pembangunan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie.
Pembangunan rumah sakit tersebut masih membutuhkan anggaran sekitar Rp80 miliar. PPP menilai penyelesaiannya perlu dipercepat agar fungsi strategis rumah sakit dapat segera diwujudkan.
Dorongan itu disampaikan Sekretaris Fraksi PPP DPRD Provinsi Gorontalo, Sri Darsianti Tuna, setelah menyampaikan pemandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Provinsi Gorontalo Tahun Anggaran 2027.
Pemandangan umum tersebut disampaikan dalam rapat di Gedung DPRD Provinsi Gorontalo, Senin (14/9/2026). Salah satu perhatian fraksi adalah keberlanjutan pembangunan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie.
Sri Darsianti mengatakan, rumah sakit itu diproyeksikan memiliki peran strategis dalam pengembangan layanan kesehatan di Provinsi Gorontalo, termasuk untuk mendukung layanan kanker.
Selain fungsi pelayanan kesehatan, RSUD dr. Hasri Ainun Habibie juga menjadi salah satu rumah sakit yang ditunjuk mendukung program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit atau Hospital-Based PPDS.
Menurut Sri Darsianti, program tersebut harus diiringi kesiapan rumah sakit, terutama dari sisi infrastruktur, sarana dan prasarana, serta kapasitas pelayanan.
“Program ini jangan dilihat hanya sebagai sebuah kebijakan, tetapi harus diikuti dengan kesiapan rumah sakit. Kita wajib mempersiapkan rumah sakit, termasuk meningkatkan statusnya menjadi Tipe B,” ujar Sri Darsianti.
Ia menilai kesiapan tersebut menjadi bagian penting agar pengembangan layanan kanker dan pelaksanaan Hospital-Based PPDS dapat segera direalisasikan melalui RSUD dr. Hasri Ainun Habibie.
Karena itu, Fraksi PPP mendorong pemerintah daerah mencari skema pendanaan yang memungkinkan penyelesaian pembangunan rumah sakit dipercepat.
Langkah tersebut dinilai penting agar RSUD dr. Hasri Ainun Habibie dapat segera menjalankan fungsi sebagai pusat layanan kanker sekaligus rumah sakit penyelenggara pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit.(*)














