ADV Honda

RSUD Ainun Habibie Bangun Pusat Kanker dengan LINAC

119
×

RSUD Ainun Habibie Bangun Pusat Kanker dengan LINAC

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meninjau pembangunan gedung Pusat Kanker RSUD dr. Hasri Ainun Habibie, Jumat (11/9/2026). Fasilitas tersebut dilengkapi LINAC, CT Simulator, dan Brachytherapy.

LIMBOTO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hasri Ainun Habibie, Gorontalo, mempercepat pembangunan gedung Pusat Kanker yang dilengkapi fasilitas Linear Accelerator (LINAC), CT Simulator, dan ruang layanan Brachytherapy.

Pembangunan fasilitas kesehatan tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan ditargetkan memperkuat layanan penanganan kanker di indonesia timur, khususnya gorontalo.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Gedung LINAC atau bunker akan dilengkapi mesin medis yang menggunakan gelombang elektromagnetik untuk menghasilkan sinar-X atau foton berenergi tinggi dalam layanan terapi kanker.

Selain LINAC, fasilitas yang disiapkan mencakup CT Simulator untuk mendukung simulasi virtual dalam terapi radiasi serta ruang layanan Brachytherapy untuk terapi radioaktif pada jaringan tumor.

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari penyiapan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie sebagai pusat rujukan penanganan pasien kanker di kawasan Indonesia Timur.

“Rumah sakit Ainun ini diproyeksikan oleh Pak Menteri Kesehatan sebagai rumah sakit kanker di Indonesia Timur, sehingga fasilitasnya sedang disiapkan,” kata Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat meninjau pembangunan, Jumat (11/9/2026).

Selain gedung Pusat Kanker, RSUD dr. Hasri Ainun Habibie juga tengah mempercepat pembangunan gedung rawat inap lima lantai yang ditargetkan dikerjakan hingga akhir tahun.

Pembangunan gedung rawat inap tersebut sebelumnya sempat mengalami penundaan pekerjaan pada masa tiga Penjabat Gubernur Gorontalo sebelum Gusnar Ismail.

Menurut Gusnar, dana pembangunan bahkan sempat kembali ke pemerintah pusat karena pekerjaan yang dinilai belum berjalan dengan baik. Pemerintah daerah kemudian kembali berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan.

“Dana ini pernah kembali lagi ke pusat karena pekerjaan kita kurang beres. Akhirnya kita berdiskusi lagi dengan Pak Menteri dan alhamdulillah Pak Menteri setuju untuk melanjutkan pembangunannya,” ujarnya.

Gusnar meminta kontraktor dan seluruh pemangku kepentingan bersungguh-sungguh menyelesaikan pembangunan Pusat Kanker serta gedung rawat inap tersebut sesuai target.

Ia menilai penyelesaian proyek tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan pemerintah pusat terhadap Gorontalo.

“Jadi banyak sekali kebijakan-kebijakan Pak Menteri Kesehatan untuk Gorontalo ini yang harus kita sambut, kita amankan dan kita laksanakan dengan baik untuk rakyat Gorontalo,” pungkasnya.(*)

UMGO