ADV Honda

Wagub Idah Sidak SPPG Pengelola 2.110 Porsi MBG Usai Ada Laporan Siswa Sakit

185
×

Wagub Idah Sidak SPPG Pengelola 2.110 Porsi MBG Usai Ada Laporan Siswa Sakit

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Wagub Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie melakukan sidak di SPPG Mulyonegoro, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, setelah menerima laporan keluhan kesehatan siswa. Foto: Dok. Pemprov Gorontalo

GORONTALO – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie melakukan inspeksi mendadak ke SPPG Mulyonegoro, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, setelah menerima laporan sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan.

SPPG di bawah Yayasan Rumah Inovasi Madani tersebut mengelola sekitar 2.110 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Sidak dilakukan Idah selaku Ketua Satgas MBG Provinsi Gorontalo, Kamis (10/9/2026).

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Laporan yang diterima menyebutkan enam siswa SDN 11 Pulubala mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi.

Pada hari kejadian, menu MBG yang dibagikan terdiri atas nasi, telur ceplok saus kecap, sayur wortel menggunakan laksa tahu, serta buah apel.

Meski terdapat dugaan keterkaitan dengan makanan MBG, pemerintah belum dapat memastikan penyebab keluhan yang dialami para siswa tersebut.

Pemeriksaan laboratorium masih dilakukan Dinas Kesehatan bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo untuk mengetahui penyebabnya.

“Ini masih praduga. Kita masih menunggu hasil laboratorium yang ditangani langsung oleh Dinas Kesehatan dan BPOM Provinsi Gorontalo,” tegas Idah.

Karena itu, ia meminta tidak ada pihak yang langsung menyimpulkan keluhan tersebut sebagai keracunan akibat MBG sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diterbitkan.

Meski penyebab belum diketahui, laporan tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius seluruh pengelola SPPG. Pengawasan pelaksanaan MBG diminta dilakukan secara ketat karena menyangkut makanan bagi masyarakat, terutama anak-anak.

“Saya tetap memberikan warning kepada seluruh SPPG. Jangan lengah. Jangankan enam anak, satu anak saja mengalami persoalan pasti akan menjadi sorotan,” ujarnya.

Pengawasan diminta mencakup seluruh tahapan, mulai dari pemilihan bahan makanan, proses pengolahan, kebersihan dapur, penyimpanan, pengemasan, hingga makanan diterima penerima manfaat.

Kepala SPPG dan mitra juga diminta tidak hanya menyerahkan tanggung jawab kepada petugas teknis. Seluruh tahapan pelaksanaan harus dipastikan berjalan sesuai standar.

Idah turut menekankan pentingnya peran ahli gizi dalam memastikan menu yang diberikan memenuhi kebutuhan penerima manfaat. Pengelolaan menu tidak cukup hanya berdasarkan pemahaman teori.

“Untuk ahli gizi, saya mohon harus mempunyai rekapan, laporan, dan data menu-menu yang sudah disajikan maupun yang akan disajikan,” jelasnya.

Data tersebut, lanjut dia, perlu memuat rencana menu secara berkala sekaligus angka kecukupan gizi. Dengan demikian, kandungan makanan yang disajikan dapat dipantau secara lebih terukur.

“Misalnya dalam satu minggu menunya apa saja, itu harus tertulis dan disertai angka kecukupan gizinya. Jangan hanya teori, tetapi harus benar-benar diterapkan dalam praktik,” tambahnya.

Satgas MBG Provinsi Gorontalo akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program. Setiap laporan diminta menjadi bahan perbaikan untuk mencegah persoalan serupa.

Dalam proses pemeriksaan, informasi dari pihak sekolah juga menjadi perhatian. Beberapa siswa yang mengalami keluhan sebelumnya sempat mengonsumsi makanan dari kantin sekolah sebelum menerima MBG.

Sebagian siswa lainnya diketahui tidak sarapan dari rumah. Informasi tersebut turut diperhatikan dalam pemeriksaan untuk mengetahui berbagai kemungkinan penyebab keluhan kesehatan yang dialami.

Puskesmas Pulubala kemudian melakukan observasi, memberikan penanganan dan obat kepada siswa, serta melanjutkan pemeriksaan. Seluruh siswa yang mengalami keluhan dilaporkan telah pulih dan diperbolehkan pulang.(*)

UMGO