ADV Honda

Ini Lima Langkah Pemkot Kotamobagu Tekan Angka Stunting, Wali Kota Ajak Masyarakat Ambil Peran

84
×

Ini Lima Langkah Pemkot Kotamobagu Tekan Angka Stunting, Wali Kota Ajak Masyarakat Ambil Peran

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., menyampaikan lima langkah strategis percepatan penurunan stunting saat Peringatan Harganas ke-33 yang dirangkaikan dengan pencanangan Gerakan Genting di Alun-alun Boki Hontinimbang.
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Pemerintah Kota Kotamobagu memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui lima langkah strategis yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

Strategi tersebut disampaikan Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., saat memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Kegiatan yang berlangsung di Alun-alun Boki Hontinimbang, Senin (29/6/2026), juga dirangkaikan dengan Pencanangan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) tingkat Kota Kotamobagu.

Menurut Wali Kota, stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai usia. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap perkembangan kognitif dan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang.

Untuk mempercepat penanganan, Pemkot Kotamobagu terus menjalankan lima langkah utama secara terpadu di berbagai sektor.

Langkah pertama ialah meningkatkan pelayanan kesehatan melalui optimalisasi pemeriksaan berkala bagi ibu hamil dan balita.

Langkah berikutnya adalah memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam deteksi dini sekaligus pusat edukasi kesehatan masyarakat.

Pemkot juga melaksanakan intervensi gizi dengan memberikan bantuan pemenuhan gizi kepada kelompok sasaran yang membutuhkan.

Selain itu, edukasi mengenai pola asuh anak dan pentingnya pemenuhan gizi keluarga terus digencarkan agar pencegahan stunting dimulai dari lingkungan rumah.

Strategi lainnya ialah memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan agar setiap intervensi berjalan lebih tepat sasaran.

Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, masyarakat yang memiliki kemampuan lebih juga diajak berkontribusi membantu pemenuhan gizi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berisiko stunting.

Wali Kota menegaskan, pencanangan Gerakan Genting menjadi bentuk kepedulian bersama dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kota Kotamobagu.

“Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usia, melainkan persoalan serius yang dapat berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia di masa depan,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat mengambil bagian dalam menyukseskan program tersebut.

“Keberhasilan penanganan Stunting membutuhkan kerja sama, komitmen, dan kepedulian seluruh pihak,” pungkas Wali Kota.

Upacara Harganas ke-33 dipimpin langsung Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., dan dirangkaikan dengan Pencanangan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) tingkat Kota Kotamobagu.(*)

UMGO