ADV Honda

Sekdes Limehu Sebut Program KKD UMGO Selaras dengan Potensi Peternakan Desa

71
×

Sekdes Limehu Sebut Program KKD UMGO Selaras dengan Potensi Peternakan Desa

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Suasana kegiatan penyuluhan pemanfaatan limbah sapi menjadi pupuk organik sebagai upaya mendukung peternakan dan pertanian berkelanjutan di Desa Limehu.

DIGIMEDIA.ID – Program penyuluhan pengolahan limbah sapi menjadi pupuk organik yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) Posko Desa Limehu mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Limehu. Kegiatan itu dinilai sejalan dengan potensi desa yang berkembang di sektor peternakan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Desa Limehu, Rinaldi Nini saat kegiatan penyuluhan pembuatan pupuk organik dari limbah sapi dan layanan kesehatan hewan yang diikuti masyarakat, khususnya para peternak sapi, dengan menghadirkan edukasi pengolahan limbah ternak sekaligus pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin gratis bagi hewan ternak, di Aula Kantor Desa Limehu, Selasa (28/7).

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Rinaldi mengatakan program yang diinisiasi mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) dinilai tepat sasaran karena disesuaikan dengan karakteristik dan potensi unggulan desa.

Desa Limehu yang berada di Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, merupakan wilayah agraris dengan potensi di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan, sehingga edukasi mengenai pengelolaan limbah ternak dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pemanfaatan limbah sapi menjadi pupuk organik merupakan solusi sederhana yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah ternak yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, pengolahan tersebut juga menghasilkan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung produktivitas sektor pertanian.

Ia bahkan berharap pengetahuan yang diberikan mahasiswa KKD UMGO tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan semata, tetapi dapat diterapkan oleh masyarakat sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.

Dengan demikian, limbah ternak yang sebelumnya dianggap sebagai persoalan lingkungan dapat diubah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan sektor pertanian dan peternakan di Desa Limehu.

“Limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal sebenarnya memiliki potensi untuk diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan pertanian,” ujarnya.

Program tersebut menghadirkan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo, Dr. Ir. Ritha Suzzana Marwati Pombo, S.Pt., M.Si., IPM., sebagai narasumber. Kehadiran Dinas Peternakan menjadi bagian dari kolaborasi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan peternakan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Ritha menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan ternak melalui penerapan manajemen pemeliharaan yang baik, pencegahan penyakit, pemberian vitamin, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai tahapan pembuatan pupuk organik berbahan dasar kotoran sapi sebagai upaya memanfaatkan limbah ternak menjadi produk yang bernilai guna.

Menurutnya, kesehatan ternak dan pengelolaan limbah yang baik merupakan dua aspek yang saling mendukung dalam meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Usai penyuluhan, tim Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo bersama mahasiswa KKD UMGO melanjutkan kegiatan dengan pemeriksaan kesehatan sapi serta pemberian vitamin gratis kepada ternak milik warga. Ketua Posko KKD UMGO Desa Limehu, Muammar Ilham S. Jasin, mengatakan program tersebut dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh, baik dalam menjaga kesehatan ternak maupun mengolah limbah sapi menjadi pupuk organik yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi,” jelas Muammar.(*)

UMGO