ADV Honda

Program Asrama UMGO Antar Mahasiswa Kedokteran Raih Prestasi MTQ Provinsi

166
×

Program Asrama UMGO Antar Mahasiswa Kedokteran Raih Prestasi MTQ Provinsi

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Suasana program asrama Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) yang menjadi bagian dari pembinaan mahasiswa, Lingkungan asrama mendukung pembentukan kedisiplinan, pengelolaan waktu, serta pengembangan akademik dan karakter mahasiswa.

DIGIMEDIA.ID – Program berasrama yang diterapkan Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) bagi mahasiswa Program Studi Kedokteran kembali menunjukkan hasilnya. Di tengah padatnya aktivitas akademik, mahasiswa tetap mampu mengembangkan potensi di bidang keagamaan hingga menorehkan prestasi di tingkat provinsi.

Salah satu capaian tersebut diraih Nur Anastasya N. Tau, mahasiswa Program Studi Kedokteran UMGO yang berhasil meraih Juara II kategori Hafalan Al-Qur’an 10 Juz pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Gorontalo.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Prestasi itu menjadi bukti bahwa pembinaan akademik yang dibarengi dengan pembentukan karakter dan kedisiplinan mampu menciptakan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang secara seimbang.

Rutinitas perkuliahan yang padat tidak menghalangi mahasiswa untuk tetap menjaga kualitas ibadah, memperdalam hafalan Al-Qur’an, sekaligus berkompetisi di tingkat daerah.

Nur Anastasya mengaku keberhasilannya merupakan hasil dari komitmen mengatur waktu di tengah tuntutan perkuliahan kedokteran yang dikenal memiliki jadwal padat.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Gorontalo atas apresiasi ini. Menjalani kuliah kedokteran memang memiliki jadwal yang padat, tetapi saya selalu berusaha meluangkan waktu untuk murojaah dan latihan,” ujarnya.

Ia menuturkan, program berasrama yang dijalani selama satu tahun terakhir memberikan dukungan dalam membentuk pola hidup yang lebih disiplin. Lingkungan asrama membantunya menjaga konsistensi belajar sekaligus menyediakan waktu untuk murojaah dan latihan secara rutin.

Menurutnya, kedisiplinan dalam memanfaatkan waktu menjadi kunci agar aktivitas akademik dan pengembangan diri dapat berjalan beriringan.

“Saya percaya, jika kita bersungguh-sungguh dan mampu mengatur waktu dengan baik, insyaallah hasil terbaik akan datang,” katanya.

Keberhasilan Nur Anastasya menunjukkan bahwa program asrama tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pembinaan yang mendukung lahirnya prestasi. Melalui lingkungan yang kondusif dan budaya disiplin, mahasiswa didorong untuk mengoptimalkan potensi akademik, spiritual, dan personal secara bersamaan.

Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan dan membuktikan bahwa investasi UMGO dalam membangun sistem pembinaan mahasiswa dapat menghasilkan prestasi yang tidak hanya membanggakan universitas, tetapi juga memperkuat kualitas lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter, dan memiliki daya saing di berbagai bidang.(*)

UMGO