ADV Honda

UMGO Siapkan Kader Ulama Berilmu dan Bermanfaat bagi Masyarakat

18
×

UMGO Siapkan Kader Ulama Berilmu dan Bermanfaat bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Direktur Program Tabligh dan Ulama Muallimin (PUTM) UMGO, Dr. Ilyas Daud, S.Fil.I., M.Si., saat menyampaikan arahan dalam pelepasan Mahasantri PUTM Angkatan II untuk program pengabdian kepada masyarakat.

DIGIMEDIA.ID – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) memperkuat kaderisasi ulama melalui Program Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM).

Program tersebut menjadi salah satu program unggulan UMGO dalam menyiapkan kader ulama yang memiliki kemampuan keilmuan, dakwah, dan kepedulian sosial.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Komitmen itu kembali diwujudkan melalui pelepasan Mahasantri PUTM Angkatan II untuk melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat.

Melalui program tersebut, mahasantri tidak hanya mendapatkan pemahaman keislaman dan kemuhammadiyahan di lingkungan kampus.

Mereka juga diarahkan mengamalkan ilmu secara langsung, berinteraksi dengan masyarakat, serta mengembangkan kemampuan dakwah sesuai kebutuhan umat.

Direktur Program Tabligh dan Ulama Muallimin (PUTM) UMGO, Dr. Ilyas Daud, S.Fil.I., M.Si., mengatakan pengabdian menjadi ruang implementasi ilmu.

“Pengabdian ini bukan hanya tentang bagaimana mahasantri menyampaikan ilmu kepada masyarakat, tetapi juga bagaimana mereka belajar dari masyarakat.” kata Dr Ilyas saat pelepasan Mahasantri yang berlangsung di Aula LP2M UMGO, Kamis (13/8/2026).

Menurut Ilyas, seorang ulama harus memiliki kemampuan memahami kondisi umat dan memberikan solusi berdasarkan nilai-nilai Islam.

Karena itu, pengalaman di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan mahasantri sebagai calon kader ulama.

Ia menjelaskan, PUTM diproyeksikan melahirkan kader ulama yang tidak hanya kuat dalam keilmuan, tetapi juga mampu berdakwah dan berinteraksi dengan masyarakat.

Ilyas berharap para mahasantri menjalankan pengabdian dengan penuh tanggung jawab dan menjaga nama baik almamater.

Ia juga berharap keberadaan mahasantri dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di lokasi pengabdian.

Ilmu yang Diterapkan di Tengah Masyarakat

Wakil Rektor I UMGO, Dr. Muh. Firyal Akbar, menilai pengalaman langsung di tengah masyarakat penting dalam pembentukan karakter mahasantri.

Menurutnya, pendidikan di perguruan tinggi tidak cukup hanya berlangsung di ruang kelas.

Mahasantri perlu memperoleh pengalaman langsung agar pengetahuan yang dimiliki dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata.

“Mahasantri harus mampu membawa ilmu yang diperoleh di kampus untuk hadir dan memberi manfaat di tengah masyarakat.”

Firyal mengatakan pengabdian menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, kepemimpinan, serta kemampuan menjalankan peran sebagai kader ulama.

Selain menerapkan ilmu, mahasantri juga diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Setiap proses pengabdian, kata dia, harus menjadi kesempatan untuk belajar, berdakwah, dan membangun kemaslahatan bersama.

Program tersebut sekaligus menunjukkan pendekatan pendidikan PUTM yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu keislaman.

Mahasantri juga diarahkan memiliki kemampuan sosial sehingga dapat memahami persoalan masyarakat dan menjalankan peran dakwah secara relevan.

Penguatan Kaderisasi Ulama UMGO

Pelepasan Mahasantri PUTM Angkatan II menjadi bagian dari langkah UMGO memperkuat peran perguruan tinggi Muhammadiyah dalam pendidikan kader.

Melalui PUTM, proses pendidikan diarahkan pada penguatan keilmuan, dakwah, serta pengabdian kepada masyarakat.

Program ini juga menjadi ruang bagi mahasantri untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, kader ulama yang disiapkan tidak hanya memiliki bekal keilmuan, tetapi juga pengalaman dalam menjalankan peran sosial.

UMGO terus mendorong lahirnya generasi ulama yang mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.

Pelepasan tersebut dihadiri dan melibatkan unsur pimpinan serta pengelola program UMGO yang berkaitan dengan pendidikan dan kaderisasi PUTM.(*)

UMGO