ADV Honda

Dubes UEA Lirik Investasi Hilirisasi Kelapa di Gorontalo

192
×

Dubes UEA Lirik Investasi Hilirisasi Kelapa di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Dubes UEA Abdulla Salem Aldhaheri melirik potensi hilirisasi kelapa di Gorontalo. Peluang investasi dibuka melalui koneksi pemodal Emirat Arab dengan pemerintah daerah dan PT Royal Coconut.

DIGIMEDIA.ID – Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia Abdulla Salem Aldhaheri melirik potensi hilirisasi kelapa di Gorontalo melalui kunjungan ke PT Royal Coconut.

Kunjungan berlangsung di Desa Ombulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Selasa (11/8/2026), Kunjungan tersebut membuka peluang kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku industri kelapa, dan pemodal dari Emirat Arab.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Direktur PT Royal Coconut Jefri Yakobus mengatakan, perusahaan saat ini memiliki kapasitas 400 ton bahan baku untuk kebutuhan produksi.

Bahan baku tersebut diolah menjadi sejumlah produk, yakni air kelapa, santan kelapa, minyak kelapa, dan tepung kelapa.

Dalam proses produksi harian, 40 ton kelapa dapat menghasilkan 10 ton minyak kelapa, 10 ton air kelapa, serta 15 ton santan kelapa.

Jefri menyebut peluang kerja sama dengan investor UEA akan ditindaklanjuti bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo.

“Intinya kami sangat welcome cuma memang produk yang kami tawarkan seperti minyak kelapa di Timur Tengah khususnya di Uni Emirat Arab itu mereka suplainya dari India,” ujar Jefri.

Menurut dia, peluang tersebut berkaitan dengan pengembangan industri padat karya dan hilirisasi kelapa yang terus didorong pemerintah daerah.

“Pak Gubernur juga sampaikan ulang-ulang, kita kembangkan terus hilirisasi,” katanya.

Untuk mendukung pengembangan industri kelapa, PT Royal Coconut membutuhkan dukungan ketersediaan lahan untuk penanaman kelapa.

Pemerintah Provinsi Gorontalo saat ini telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian terkait program pengembangan kelapa seluas 10.000 hektare.

Lahan tersebut ditargetkan dapat berproduksi dalam dua tahun mendatang sehingga mendukung ketersediaan bahan baku industri.

Di sisi lain, Dubes UEA mendorong pemerintah daerah dan PT Royal Coconut menyiapkan proposal komprehensif pengembangan industri kelapa.

Proposal tersebut nantinya akan disampaikan kepada Kedutaan Besar UEA untuk dipasarkan di wilayah Uni Emirat Arab.

Langkah itu diharapkan dapat menarik investor dari Emirat Arab untuk bergabung dalam pengembangan hilirisasi kelapa di Gorontalo.

“Kami ingin mengkoneksikan para pemodal dari Emirat Arab untuk usaha seperti ini,” ujar Abdulla melalui juru bahasa.

Menurut dia, peluang kerja sama dapat dikembangkan dengan mempertemukan pemodal Emirat Arab, pengusaha, dan pemerintah daerah.

Ia menilai kesamaan kepentingan terkait kapasitas produksi dan ketersediaan bahan baku dapat menjadi dasar kerja sama yang baik.

“Tadi dijelaskan terkait kapasitas produksi juga hambatan dalam penerimaan bahan baku, itu kalau bisa ditemukan kesamaan antara pemodal Emirat Arab dan pengusaha serta dari pihak pemprov,” ujarnya.(*)

UMGO