ADV Honda

Kabupaten Boalemo Masuk Peta Pengembangan Bioetanol Nasional

47
×

Kabupaten Boalemo Masuk Peta Pengembangan Bioetanol Nasional

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Boalemo dilibatkan dalam agenda percepatan pengembangan bioetanol nasional. Pemkab Boalemo akan memetakan potensi lahan, komoditas, dan kesiapan sektor pertanian untuk melihat peluang keterlibatan daerah dalam program tersebut.

Jakarta – Pemerintah Kabupaten Boalemo dilibatkan dalam agenda percepatan pengembangan bioetanol nasional yang digagas Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Keterlibatan tersebut ditandai dengan kehadiran Wakil Bupati Boalemo Lahmuddin Hambali dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Bioetanol bersama 44 kepala daerah di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Rapat yang dipimpin Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman itu membahas langkah percepatan pengembangan kawasan bioetanol berbasis komoditas pertanian.

Komoditas yang menjadi perhatian dalam pengembangan tersebut meliputi tebu, ubi kayu atau singkong, serta jagung sebagai bahan baku bioetanol.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa pengembangan bioetanol membutuhkan dukungan kuat dari sektor hulu untuk memastikan ketersediaan bahan baku.

Pemerintah tidak hanya mempersiapkan pembangunan industri pengolahan, tetapi juga mendorong kesiapan lahan, produksi bahan baku, serta keterhubungan sektor pertanian dengan industri pengolahan bioetanol.

Kementerian Pertanian mengonsolidasikan 44 pemerintah daerah untuk memetakan potensi lahan, komoditas, dan kesiapan wilayah dalam mendukung terbentuknya kawasan produksi bahan baku bioetanol.

Pemerintah juga menyiapkan pengembangan lahan hingga 2 juta hektare sebagai bagian dari fondasi pembangunan industri bioetanol nasional.

Khusus komoditas tebu, kebutuhan pengembangan lahan diproyeksikan mencapai sekitar 700 ribu hingga 1 juta hektare.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mempersiapkan implementasi bahan bakar nabati, termasuk rencana peningkatan campuran bioetanol dalam bensin hingga E20.

Bagi Pemerintah Kabupaten Boalemo, agenda tersebut menjadi kesempatan untuk melihat peluang pengembangan sektor pertanian yang memiliki nilai tambah sekaligus keterkaitan dengan kebutuhan energi nasional.

Wakil Bupati Boalemo Lahmuddin Hambali mengatakan keterlibatan daerah dalam rapat tersebut menjadi kesempatan untuk memahami secara langsung arah kebijakan pemerintah pusat.

Selain itu, pemerintah daerah dapat melihat peluang yang dapat dikembangkan sesuai potensi yang dimiliki Kabupaten Boalemo.

“Kami menyambut baik program ini karena pengembangan bioetanol tidak hanya berbicara tentang energi, tetapi juga bagaimana sektor pertanian kita bisa memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat, khususnya para petani,” ujar Lahmuddin.

Menurut Lahmuddin, Kabupaten Boalemo memiliki potensi sektor pertanian yang perlu terus dikembangkan dan dioptimalkan.

Karena itu, kebijakan pengembangan bioetanol perlu dilihat sebagai peluang untuk memperkuat sektor hulu dengan tetap memperhatikan kondisi daerah.

Hal yang perlu diperhatikan meliputi kesesuaian lahan, ketersediaan bahan baku, produktivitas petani, serta kebutuhan pangan masyarakat.

“Tentu kita akan melihat potensi yang kita miliki di Boalemo, baik dari sisi komoditas maupun ketersediaan lahannya,” katanya.

Lahmuddin menegaskan setiap peluang pengembangan program perlu dikaji terlebih dahulu agar pelaksanaannya memberikan dampak bagi daerah dan masyarakat.

“Yang paling penting, setiap peluang harus kita kaji dengan baik agar program yang nantinya dikembangkan benar-benar memberikan dampak bagi daerah dan masyarakat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Boalemo selanjutnya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait untuk mengidentifikasi potensi daerah yang dapat disinergikan dengan program pengembangan bioetanol nasional.

Langkah tersebut mencakup pemetaan potensi komoditas, ketersediaan lahan, serta kesiapan sektor pertanian daerah untuk diselaraskan dengan arah kebijakan pemerintah pusat.

Lahmuddin mengatakan pemerintah daerah ingin memastikan potensi yang dimiliki Boalemo dapat dipetakan dan dipersiapkan apabila memenuhi persyaratan program nasional.

“Kita tidak ingin hanya menjadi daerah yang menerima program. Kita ingin memastikan potensi yang ada di daerah bisa dipetakan, dipersiapkan, dan jika memenuhi persyaratan, dapat mengambil bagian dalam program nasional ini,” tegasnya.

Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, pengembangan bioetanol diharapkan memperkuat keterkaitan sektor pertanian, industri pengolahan, dan energi.

Pengembangan tersebut juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan petani melalui pemanfaatan komoditas pertanian sebagai bahan baku bioetanol.

Pemerintah Kabupaten Boalemo akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan peluang dan potensi daerah dapat diidentifikasi serta dikembangkan sesuai ketentuan dan arah kebijakan nasional.

Rapat koordinasi tersebut diikuti Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama 44 kepala daerah dari berbagai daerah sentra produksi, termasuk Wakil Bupati Boalemo Lahmuddin Hambali.(*)

UMGO