ADV Honda

Idah Tinjau Banjir Biau, Pastikan Bantuan dan Layanan Dasar untuk Warga Berjalan

54
×

Idah Tinjau Banjir Biau, Pastikan Bantuan dan Layanan Dasar untuk Warga Berjalan

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Biau untuk memastikan penanganan darurat dan bantuan warga berjalan optimal.
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, meninjau langsung lokasi banjir bandang di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (29/5/2026), untuk memastikan penanganan darurat dan kebutuhan warga terpenuhi.

Peninjauan dilakukan bersama Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, dengan menyasar sejumlah titik terdampak banjir. Kunjungan ini sekaligus untuk melihat langsung kondisi masyarakat pascabencana.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang dihuni 54 kepala keluarga. Di lokasi tersebut, Wagub berdialog langsung dengan warga dan memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.

Setelah itu, rombongan melanjutkan peninjauan ke Puskesmas Biau. Di tempat ini, Wagub sempat bertemu dengan seorang ibu yang melahirkan secara normal di tengah kondisi banjir yang melanda wilayah tersebut.

Kunjungan kemudian berlanjut ke SMP Negeri 1 Biau yang juga terdampak banjir bandang akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi terus-menerus menjelang Hari Raya Iduladha.

Idah menegaskan, prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan layanan dasar masyarakat tetap berjalan, terutama kebutuhan pangan dan air bersih selama masa tanggap darurat.

“Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama pemerintah kabupaten terus berupaya memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik. Dapur umum sudah beroperasi sejak hari pertama banjir dan saat ini melayani kurang lebih 3.000 penerima manfaat,” ujar Idah.

Selain makanan siap saji, pemerintah juga menyalurkan bantuan air bersih untuk kebutuhan warga selama masa pemulihan berlangsung.

Ia juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk ikut membantu meringankan beban korban banjir, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas pengendali banjir yang telah dibangun pemerintah.

“Saya mendapat informasi ada kawat bronjong yang digunting lalu batunya dijual,” tegasnya.

Menurutnya, kerusakan fasilitas tersebut dapat memicu longsor dan memperparah risiko banjir di kemudian hari.

Pemerintah Provinsi Gorontalo juga telah menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak, berupa lima karton sarung, 44 paket perlengkapan mandi, 18 paket perlengkapan wanita, delapan paket popok, serta 24 mukena.

Berdasarkan data Posko Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial dan Dukcapil Provinsi Gorontalo, banjir bandang di Kecamatan Biau berdampak pada lima desa dengan total 820 kepala keluarga atau 3.034 jiwa.

Kelima desa terdampak tersebut yakni Desa Didingga, Omuto, Bualo, Biau, dan Luhuto yang tersebar dengan tingkat dampak berbeda di tiap wilayah.(*)

UMGO