ADV Honda

Bazar Ramadan Jadi Wadah Strategis Penguatan Ekonomi Syariah dan UMKM Gorontalo

273
×

Bazar Ramadan Jadi Wadah Strategis Penguatan Ekonomi Syariah dan UMKM Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, serta Direktur Eksekutif KDEKS Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki saat menabuh rebana tanda dibukanya pelaksanaan Bazar Ramadan tahun 2026 di gedung galeri UMKM Olaku, Senin (23/2/2026). (Foto : Bahrian)

DIGIMEDIA.ID – Bazar Ramadan 2026 yang digelar Bank Indonesia bekerja sama dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Gorontalo bukan sekadar ajang jual beli produk lokal.

Kegiatan ini menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi syariah sekaligus menyiapkan pelaku UMKM agar naik kelas dan terintegrasi dalam rantai pasok nasional.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat membuka Bazar Ramadan di gedung galeri UMKM Olaku, Senin (23/2/2026).

Pemerintah Provinsi Gorontalo terus mendorong peningkatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program pembinaan berjenjang.

Program ini dirancang agar pelaku usaha dapat berkembang dari tahap dasar hingga lanjutan secara sistematis.

Pada level dasar, UMKM mendapatkan pendampingan terkait legalitas usaha, pencatatan keuangan sederhana, literasi digital, serta penguatan kewirausahaan pemula.

Di level menengah, pembinaan difokuskan pada peningkatan kualitas produk, perbaikan desain kemasan, akses pembiayaan, dan perluasan pemasaran, termasuk melalui marketplace.

Sementara, level lanjutan menekankan digitalisasi bisnis, integrasi dalam rantai pasokan industri, sertifikasi mutu dan halal, serta orientasi ekspor.

Pendampingan modal juga diberikan secara bertahap, dengan monitoring untuk memastikan UMKM siap menggunakan lembaga keuangan formal ketika kapasitasnya sudah meningkat.

“Dari situ kita pilah mana yang bisa kita naikkan kelasnya dan kita tambahkan modalnya lalu kita amati terus, hingga pada suatu saat bisa menggunakan lembaga-lembaga keuangan,” ungkap gubernur gorontalo, Gusnar Ismail.

Dampak strategis dari bazar ini juga terkait Pekan Nasional Petani Nelayan ke-17 yang akan digelar Juni mendatang di Kabupaten Gorontalo.

Event ini diproyeksikan dihadiri 33 ribu peserta, sehingga membuka peluang pasar besar bagi UMKM lokal.

Partisipasi UMKM dalam event nasional ini tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi kreatif dan sinergi antara usaha kecil dan skala industri.

Selain itu, Pemprov Gorontalo melalui KDEKS menyiapkan kebijakan afirmatif untuk meringankan beban pelaku UMKM, termasuk potensi keringanan atau pembebasan retribusi daerah.

Strategi ini menunjukkan pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kecil dan menengah, serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

Bazar Ramadan 2026 juga dirangkaikan dengan penyerahan dokumen business matching bagi beberapa UMKM, diikuti buka puasa bersama dan sholat maghrib berjamaah.(*)