BONE BOLANGO – Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, memperingatkan para pengelola Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) agar disiplin dan tidak main-main mengelola dana pendidikan.
Setiap anggaran yang masuk ke sekolah harus digunakan sesuai peruntukan. Pengelola wajib berpedoman pada petunjuk pelaksanaan serta juknis yang berlaku.
Pengelolaan keuangan ini bukan sekadar urusan administrasi. Menurut Ismet, hal tersebut adalah tanggung jawab yang memiliki konsekuensi hukum jika melanggar.
Ia menilai Bimtek selama dua hari belum cukup membekali peserta menghadapi persoalan teknis. Pemahaman ini harus diteruskan ke tim keuangan sekolah.
“Dua hari tidak mampu untuk menampung ilmu yang implementatif menjangkau berbagai penyelewengan,” kata Ismet saat pembukaan Bimbingan Teknis Pengelolaan BOSP 2026 jenjang SMP di Hotel Aston Kota Gorontalo, Kamis (1/10/2026).
Pemahaman dan pijakan yang sama sangat penting. Dana tersebut mutlak harus diarahkan pada peruntukannya setelah para pengelola kembali ke sekolah.
“Ikuti saja juklak dan juknisnya agar tidak salah-salah,” tegasnya.
Aturan dibuat bukan untuk mempersulit, melainkan memastikan dana bermanfaat bagi siswa. Ia juga mengingatkan peserta agar serius menjalankan tugas pendidikan.
“Tugas saudara tidak hanya sekadar mengelola keuangan. Yang utama itu adalah sebagai guru, sebagai pendidik,” ujarnya.
Kualitas pendidikan saat ini sangat menentukan wajah masyarakat dan daerah ke depan. Generasi pemimpin dan profesional sedang dipersiapkan oleh para guru.
Ismet pun berpesan agar pengelola keuangan selalu menunjukkan kualitas melalui pelaksanaan tugas dengan baik, bukan sekadar melihat pada penampilan luar.
“Bukan cantik wajah, bukan ganteng wajah, tapi cantik dan ganteng dalam melakukan tugas,” tutupnya.(*)














