ADV Honda

Wawali kota Gorontalo Tekankan Pentingnya Budaya Saat Pawai Obor Molosipat

123
×

Wawali kota Gorontalo Tekankan Pentingnya Budaya Saat Pawai Obor Molosipat

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel menghadiri Pawai Obor dan Festival Kolak Ubi di Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Ahad (8/3/2026).
Banner Artikel Pilihan

DIGIMEDIA.ID – Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, menekankan pentingnya pelestarian adat dan budaya saat menghadiri Pawai Obor dan Festival Kolak Ubi di Kelurahan Molosipat W, Ahad (8/3/2026).

Kegiatan yang digelar warga Kecamatan Kota Barat itu berlangsung meriah dengan partisipasi masyarakat yang cukup tinggi.

Indra Gobel mengapresiasi antusiasme warga dalam menjaga tradisi lokal melalui kegiatan bernuansa budaya tersebut.

Menurutnya, kegiatan seperti pawai obor dan festival kuliner tradisional tidak sekadar menjadi agenda seremonial masyarakat.

Ia menilai, kegiatan budaya memiliki peran penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai adat Gorontalo di tengah masyarakat.

Khususnya bagi generasi muda yang dinilai mulai kurang mengenal tradisi leluhur.

Ia mengingatkan, momentum kegiatan budaya perlu dimanfaatkan untuk kembali menanamkan nilai adat dalam kehidupan sehari-hari.

“Masyarakat muda ini yang mulai lupa dengan adat dan budaya, itu yang harus kita bangkitkan lagi. Seperti yang saya katakan tentang masalah cibu, esensinya harus kembali kita pahami bersama,” ujar Indra Gobel kepada pewarta.

Selain tradisi, Indra juga menyoroti pentingnya penggunaan bahasa daerah sebagai identitas masyarakat Gorontalo.

Ia mendorong agar istilah-istilah lokal kembali digunakan dalam berbagai tradisi masyarakat.

Salah satunya terkait tradisi Lebaran Ketupat yang menurutnya bisa dipopulerkan dengan penyebutan khas Gorontalo.

“Kenapa tidak kalau kita gunakan penyebutan Lebaran Atupato? Kita harus mengangkat bahasa Gorontalo ini. Pokoknya semua yang berkaitan dengan nilai keagamaan harus kita angkat dan kita siarkan bahwa Gorontalo benar-benar Serambi Madinah,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan tradisi dan bahasa daerah merupakan bagian penting dalam menjaga identitas Gorontalo sebagai daerah religius.

Menurutnya, berbagai festival tradisional dapat menjadi sarana memperkuat warisan budaya di tengah arus modernisasi.

“Kita tinggal dan hidup di Kota Serambi Madinah. Identitas itu harus kita angkat setinggi-tingginya agar dunia luar mengetahui bahwa tradisi kita kuat dan religius,” pungkasnya.(*)