ADV Honda

Wali Kota Kotamobagu Canangkan Gerakan Genting untuk Percepat Pencegahan Stunting

95
×

Wali Kota Kotamobagu Canangkan Gerakan Genting untuk Percepat Pencegahan Stunting

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., mencanangkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) usai memimpin Upacara Harganas ke-33 di Alun-alun Boki Hontinimbang, Senin (29/6/2026). Program ini menjadi langkah nyata memperkuat pencegahan stunting berbasis keluarga.
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Pemerintah Kota Kotamobagu resmi mencanangkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pencegahan stunting berbasis keluarga.

Pencanangan dilakukan Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., usai memimpin Upacara Harganas ke-33 tingkat Kota Kotamobagu di Alun-alun Boki Hontinimbang, Senin (29/6/2026).

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Momentum tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kotamobagu dalam membangun keluarga yang tangguh sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Dalam upacara itu, Wali Kota membacakan pidato tertulis Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Republik Indonesia, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd.

Melalui pidato tersebut ditegaskan bahwa Hari Keluarga Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum refleksi untuk memperkuat ketahanan keluarga menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Hari ini bukan sekadar baris tanggal untuk seremonial, melainkan sebuah jeda kultural dan Refleksi Nasional,” ujar Wali Kota saat membacakan pidato Menteri.

Pidato tersebut juga menyoroti tantangan era disrupsi digital yang dinilai dapat memengaruhi kehidupan keluarga apabila tidak diimbangi dengan penguatan fungsi keluarga sebagai lingkungan pertama pembentukan karakter anak.

Selain itu, bonus demografi disebut sebagai peluang besar yang harus dimanfaatkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dalam kandungan hingga masa pengasuhan anak.

Transformasi kualitas sumber daya manusia, menurut pidato Menteri, tidak dapat ditunda karena menjadi fondasi dalam mewujudkan generasi yang mampu bersaing pada masa mendatang.

“Transformasi Kualitas Sumber Daya Manusia tidak boleh ditunda,” demikian kutipan yang disampaikan Wali Kota dari pidato Menteri.

Sebagai tindak lanjut atas arah kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Kotamobagu meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau Genting.

Program ini dirancang untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui kolaborasi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam memberikan dukungan kepada keluarga yang membutuhkan.

Sasaran program meliputi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak yang berada pada masa pertumbuhan atau golden age.

Melalui Gerakan Genting, perhatian dan intervensi diharapkan dapat semakin tepat sasaran sehingga upaya pencegahan stunting berlangsung sejak lingkungan keluarga.

Usai pelaksanaan upacara, Pemerintah Kota Kotamobagu menyerahkan bantuan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting kepada penerima manfaat sebagai bentuk implementasi program tersebut.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah daerah juga menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah institusi yang dinilai berkontribusi dalam pembangunan keluarga dan kependudukan.

Penghargaan diberikan kepada MA Negeri 1 Kotamobagu sebagai Sekolah Siaga Kependudukan, TPA Happy Kids sebagai Taman Asuh Sayang Anak, serta Sekolah Lansia Mototabian sebagai Lansia Berdaya.

Rangkaian kegiatan Harganas ke-33 juga diisi dengan peninjauan berbagai layanan sosial yang disediakan bagi masyarakat.

Layanan tersebut meliputi pelayanan KB gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, stand Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPKKA), serta Stand Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, S.H., M.H., Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu, Ny. Rindah Gaib Mokoginta, S.E., M.Ec.Dev., jajaran Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, para camat, lurah, sangadi, perangkat desa dan kelurahan, serta Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu.(ADV)

UMGO