DIGIMEDIA.ID – Puluhan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Gorontalo Utara tetap siaga di lokasi pengungsian banjir Kecamatan Biau meski bertepatan dengan Hari Raya Iduladha 1447 H, Kamis (28/05/2026). Mereka dikerahkan untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bagi warga terdampak banjir bandang.
Banjir bandang yang terjadi pada Selasa (26/5/2026) malam merendam permukiman warga di Kecamatan Biau. Kondisi tersebut mendorong Dinas Kesehatan Gorontalo Utara bersama organisasi profesi kesehatan untuk bergerak cepat melakukan penanganan darurat.
Sejak hari pertama kejadian hingga memasuki hari kedua libur Iduladha, tenaga kesehatan telah ditempatkan di sejumlah titik pengungsian. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyakit pasca banjir, terutama di wilayah terdampak genangan lumpur.
Data Dinas Kesehatan Gorontalo Utara mencatat sebanyak 238 anak bawah lima tahun (balita) terdampak langsung akibat banjir. Kondisi ini menjadi perhatian khusus karena kelompok usia tersebut tergolong rentan terhadap penyakit berbasis lingkungan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara, Sri Fenty N. Sagaf, menyebutkan terdapat 40 balita yang mengalami masalah gizi dan membutuhkan penanganan khusus.
“Tim kami dari puskesmas saat ini telah memetakan sebaran balita tersebut untuk mendistribusikan Makanan Pendamping ASI serta pemenuhan kebutuhan susu formula khusus,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh balita terdampak akan mendapatkan pemantauan ketat agar kondisi kesehatan tidak semakin menurun. Intervensi pangan dan layanan medis terus dilakukan di titik-titik pengungsian.
Untuk memperluas jangkauan layanan, Dinas Kesehatan Gorontalo Utara juga menerapkan sistem pos kesehatan desa dan tim mobile. Skema ini melibatkan sejumlah Puskesmas lintas kecamatan.
Tim mobile Dinkes Gorut bergerak menyisir seluruh wilayah terdampak, sementara pos kesehatan desa tersebar di beberapa titik. Di antaranya Pos Kesehatan Desa Didingga, Bualo, Omutu, Biau, dan Luhuto.
“Kami bergerak cepat membagi tim medis dan logistik melalui pos-pos kesehatan ini, demi memastikan bantuan bisa menyentuh seluruh korban, khususnya kelompok rentan,” kata Sri Fenty.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, turut hadir di lokasi banjir dan memberikan dukungan terhadap penanganan yang dilakukan pemerintah daerah.
Ia mengapresiasi langkah cepat tenaga kesehatan yang tetap bertugas di tengah suasana libur Iduladha. Menurutnya, sistem posko di tiap desa terdampak merupakan langkah mitigasi yang tepat.
“Koordinasi lintas klaster harus berjalan maksimal agar tidak terjadi keterlambatan penanganan di lapangan,” ujarnya.
Hingga saat ini, kondisi genangan air di sejumlah titik Kecamatan Biau dilaporkan mulai surut. Meski demikian, seluruh pos kesehatan dan tim mobile tetap disiagakan untuk mengantisipasi keluhan kesehatan warga.
Adapun jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara bersama Puskesmas lintas kecamatan tetap menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.(*)














