Polda Gorontalo menyiapkan 786 personel untuk mengamankan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan ke-XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (17/6/2026).
Pengamanan juga disiapkan di sejumlah titik penunjang kegiatan seperti hotel, penginapan, hingga pemondokan peserta.
Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo menyampaikan jumlah personel masih bisa bertambah, tergantung kehadiran tamu VVIP pada kegiatan nasional tersebut.
“Perkembangan siapa yang akan datang (presiden atau wakil presiden) juga akan mempengaruhi jumlah personel. Jadi dari yang 786 itu kemungkinan masih bisa bertambah. Kami juga berkoordinasi dengan Danrem dan satuan lainnya,” ujar Kapolda Gorontalo.
Ia menegaskan, pengamanan dilakukan tidak hanya di area utama kegiatan, tetapi juga pada lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas peserta.
Menurutnya, koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memastikan kegiatan berskala nasional itu berjalan aman dan tertib.
Sementara itu, Polda Gorontalo juga mengantisipasi potensi aksi unjuk rasa yang bertepatan dengan pelaksanaan PENAS XVII.
Tercatat ada empat pemberitahuan aksi demonstrasi yang masuk ke pihak kepolisian.
Kapolda menegaskan pihaknya tidak melarang aksi tersebut, namun mengimbau agar pelaksanaannya memperhatikan situasi dan lokasi kegiatan.
“Unjuk rasa itu hak semua warga negara, tapi tolong dilihat momennya yang tepat dan di mana tempatnya,” katanya.
Ia juga berharap tidak terjadi gesekan antara peserta kegiatan dengan massa aksi selama pelaksanaan PENAS berlangsung.
“Polisi tetap akan mengamankan agar unjuk rasa berjalan tertib,” tambahnya.
Adapun pengamanan akan difokuskan di kawasan GOR David-Tonny Limboto sebagai pusat kegiatan utama PENAS Petani Nelayan ke-XVII.
Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo memimpin langsung kesiapan pengamanan bersama unsur TNI dan satuan terkait lainnya.














