ADV Honda

Gusnar Canangkan GERTAM PM-AAS, Penyuluh Diminta Fokus Dampingi Petani di Lapangan

28
×

Gusnar Canangkan GERTAM PM-AAS, Penyuluh Diminta Fokus Dampingi Petani di Lapangan

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Proses penanaman padi pada pencanangan Gerakan Tanam Serempak (GERTAM) metode PM-AAS di Kabupaten Gorontalo yang menjadi bagian dari penerapan teknologi budidaya padi modern.

DIGIMEDIA.ID – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mencanangkan Gerakan Tanam Serempak (GERTAM) padi dengan metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) secara serentak di seluruh kabupaten/kota melalui virtual. Pencanangan dipusatkan di Desa Pilolohayanga Barat, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Kamis (31/7/2026).

PM-AAS merupakan sistem budidaya padi intensif berbasis teknologi tinggi yang menggabungkan penggunaan benih unggul, pola tanam berjarak rapat, serta optimalisasi mekanisasi alat dan mesin pertanian.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Pengembangan teknologi budidaya padi tersebut menjadi bagian dari program nasional seluas satu juta hektare dan pertama kali diperkenalkan pada gelar teknologi PENAS XVII.

Pada kesempatan itu, Gusnar menegaskan keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga bergantung pada pendampingan penyuluh pertanian di lapangan.

Ia meminta penyuluh lebih banyak mendampingi petani sejak masa tanam hingga panen dibandingkan mengikuti berbagai pertemuan.

“Penyuluh tinggal membimbing sedikit saja. Tidak perlu terlalu banyak pertemuan kemudian mengarahkan, yang penting ketemu petani di lapangan kayak begini tadi, selesai urusan,” kata Gusnar.

Menurutnya, penyuluh harus memantau seluruh fase pertumbuhan tanaman, mulai dari fase vegetatif, generatif, hingga panen.

Pemantauan terhadap jumlah anakan, perkembangan malai, serta potensi serangan hama dan penyakit perlu dilakukan secara berkala sebagai bahan evaluasi peningkatan produktivitas.

Selain itu, Gusnar mendorong setiap penyuluh mampu mendampingi sedikitnya 50 hektare lahan tanam. Penyuluh yang melampaui target dengan produktivitas lebih dari 10 ton per hektare akan diberikan penghargaan.

Ia juga meminta distributor pupuk ikut mendukung pelaksanaan program agar target peningkatan produksi dapat tercapai.

“Demikian pula dari teman-teman distributor pupuk, semua harus mendukung ini, sehingga ini benar-benar bisa berhasil. Kita targetkan Gorontalo menjadi yang terbaik dalam program ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BRMP Provinsi Gorontalo Ardi Praptono mengatakan target tanam padi di Gorontalo pada periode Juli hingga September 2026 mencapai 6.576 hektare.

Setiap penyuluh diharapkan mampu mendampingi sedikitnya 50 hektare lahan agar target tersebut dapat direalisasikan.

“Ada 2.805 hektar yang nanti harus dicapai di Kabupaten Gorontalo. Kita tau persis bahwa Kabupaten Gorontalo ini memiliki luasan sawah yang irigasi cukup luas,“ kata Ardi.

Pencanangan GERTAM PM-AAS diawali dengan demplot seluas sekitar 10 hektare yang dibiayai BRMP Gorontalo.

Demplot tersebut menjadi lokasi percontohan sehingga petani dapat mengamati secara langsung penerapan metode PM-AAS sejak awal tanam hingga masa panen.(*)

UMGO