ADV Honda

75 Hari Street Food Kota Gorontalo, Seberapa Efektifkah?

108
×

75 Hari Street Food Kota Gorontalo, Seberapa Efektifkah?

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Aktivitas Street Food Jilid II di kawasan Jalan Drs. Ahmad Najamuddin, Kota Gorontalo. Program ini melibatkan 120 UMKM yang masih aktif hingga hari ke-75 pelaksanaan.

DIGIMEDIA.ID – Program Street Food Jilid II Kota Gorontalo telah berjalan selama 75 hari dengan 120 UMKM masih aktif berjualan.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator untuk melihat sejauh mana program yang digagas Pemerintah Kota Gorontalo mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Hingga malam ke-75, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp2.010.780.252.

Namun, keberhasilan Street Food tidak hanya dapat dilihat dari besarnya nilai transaksi yang dihimpun selama pelaksanaan.

Keberadaan 120 UMKM yang masih aktif juga menunjukkan adanya keberlanjutan aktivitas usaha dalam kawasan Street Food Jilid II.

Program tersebut dipusatkan di Jalan Drs. Ahmad Najamuddin, eks Jalan Raden Saleh, kawasan SMA Negeri 3 Gorontalo.

Kawasan itu menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk secara langsung kepada konsumen.

Dengan konsep tersebut, Street Food tidak hanya menghadirkan aktivitas kuliner pada malam hari, tetapi juga membuka ruang ekonomi bagi masyarakat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Gorontalo, Muttakin Adam, membenarkan capaian transaksi tersebut.

Menurut Muttakin, nilai Rp2,01 miliar merupakan hasil rekapitulasi aktivitas perdagangan hingga malam ke-75 Street Food Jilid II.

“Alhamdulillah, kegiatan UMKM Street Food 2 tepat hari ke-75 mencatat aktivitas transaksi mencapai Rp2.010.780.252,” kata Muttakin.

Saat ini, dari tiga titik Street Food yang sebelumnya digelar Pemerintah Kota Gorontalo, dua di antaranya masih berlangsung.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa program Street Food masih menjadi ruang aktivitas ekonomi bagi pelaku usaha.

Bagi pemerintah daerah, keberadaan Street Food diarahkan untuk menghadirkan ruang ekonomi yang lebih terbuka bagi masyarakat.

Pelaku UMKM tidak hanya memperoleh tempat berjualan, tetapi juga akses langsung kepada konsumen.

Kawasan tersebut sengaja menjadi pusat aktivitas kuliner dan ekonomi malam bagi masyarakat Kota Gorontalo.

Dari sisi penyelenggaraan, program Street Food juga disebut dilaksanakan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dengan demikian, ukuran keberhasilan program tidak berhenti pada terciptanya keramaian, tetapi juga terlihat dari aktivitas perdagangan yang berlangsung.

Nilai transaksi lebih dari Rp2 miliar dan keberadaan 120 UMKM menjadi data utama yang menunjukkan aktivitas ekonomi dalam program tersebut.

Muttakin juga menyampaikan apresiasi kepada organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat yang mendukung pelaksanaan Street Food.

“Terima kasih kepada masyarakat yang turut meramaikan kegiatan street Food. Juga kepada OPD yang ikut membantu penyelenggaraan kegiatan UMKM Street Food ini,” ujarnya.

Program Street Food Jilid II selanjutnya masih berlangsung di dua titik dari tiga lokasi yang sebelumnya disiapkan Pemerintah Kota Gorontalo.(*)

UMGO