Scroll Untuk Tutup Iklan
Kota Gorontalo

Meriahnya Festival Apangi, Mempertahankan Tradisi dan Persaudaraan

225
×

Meriahnya Festival Apangi, Mempertahankan Tradisi dan Persaudaraan

Sebarkan artikel ini
Arsip Kota Gorontalo

DIGIMEDIA.ID – Suara meriah dan riuh rendah menghiasi perbatasan Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Masyarakat dari berbagai wilayah dan daerah berkumpul untuk menyambut, berkunjung, dan memeriahkan Festival Apangi yang berlangsung di bagian Barat Kota Gorontalo pada Kamis (27/07/2023).

Tradisi religi ini telah berlangsung sejak delapan tahun silam sejak tahun 2016 dan terus mengundang antusiasme yang tinggi dari masyarakat setempat maupun luar daerah.

Festival Apangi adalah perayaan yang diperingati setiap 10 Muharram dalam kalender Islam, yang menghormati perjuangan para Nabiyullah dalam berdakwah dan menyebarkan ajaran Islam.

Tradisi ini melibatkan kekompakan masyarakat Kelurahan Dembe I, dimulai dari persiapan pembuatan kue Apangi hingga mengatur lalu lintas yang padat sejak siang hingga malam hari.

Masyarakat bergotong-royong dengan aparat kepolisian dan TNI, berdiri di tengah ruas jalan untuk mengatur arus lalu lintas yang berlawanan arah, menciptakan suasana kebersamaan yang unik dan mengesankan.

Satu hal yang membuat Festival Apangi semakin menarik adalah ragam warna dan istilah 3M dari kue Apangi itu sendiri. Dalam bahasa Gorontalo, istilah 3M mengacu pada Monga, Moduhengo, dan Modelo, yang memiliki makna mendalam sebagai silaturahmi antar sesama manusia yang dihayati dalam perayaan ini. Kue Apangi bukan hanya menjadi makanan dalam acara ini, tetapi juga diizinkan untuk dibawa pulang sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan.

“Budaya yang telah berlangsung selama delapan tahun ini memperingati perjuangan para Nabi dalam menyebarkan agama Islam yang diwujudkan melalui kue Apangi. Kue putih melambangkan kesucian para Nabi dalam berdakwah, sementara gula merah melambangkan darah yang ditumpahkan oleh para Nabi dalam perjuangan menyebarkan ajaran agama Islam,” ungkap Kadar Abu Bakar, Pemerhati Budaya sekaligus Tokoh Masyarakat Dembe I.

Selain sebagai peringatan religi, Festival Apangi juga berperan penting dalam menyambung kembali silaturahmi antara para warga, terutama bagi mereka yang tidak sempat berkumpul saat Idul Fitri dan Idul Adha. Momentum ini dijadikan kesempatan untuk merekatkan kembali hubungan persaudaraan di antara warga masyarakat, khususnya di Kelurahan Dembe I.

Risal Baili, Lurah Dembe Satu, menjelaskan, “Setiap rumah menyiapkan kurang lebih 3 hingga 4 kg kue Apangi, dengan target produksi tahun ini mencapai 200 ribu Apangi. Selain itu, Dinas Pangan Provinsi turut membantu dengan menyediakan bahan-bahan seperti tepung dan beras untuk masyarakat, sehingga perayaan ini dapat berjalan dengan lancar.”

Festival Apangi semakin memperkaya keberagaman budaya di Indonesia, khususnya di Kota Gorontalo. Perayaan ini tidak hanya menjadi momen untuk mengenang sejarah agama Islam, tetapi juga menjadi ajang menyatukan hati dan mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat yang beragam.

Semangat gotong-royong dan kekompakan warga Kelurahan Dembe I tercermin dalam setiap perayaan Festival Apangi yang semakin meriah dari tahun ke tahun. (Cui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO