ADV Honda

Indonesia Siap Kirim 8.000 Pasukan ke ISF, Sugiono: Mandat Jaga Perdamaian

7915
×

Indonesia Siap Kirim 8.000 Pasukan ke ISF, Sugiono: Mandat Jaga Perdamaian

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Pasukan TNI disiapkan untuk bergabung dalam misi Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza. Menlu Sugiono menyebut total kekuatan bisa mencapai 20.000 personel yang ditempatkan di lima sektor secara bertahap dan progresif, dimulai dari Rafah.
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Indonesia siap mengirim hingga 8.000 personel ke International Stabilization Force (ISF) guna menjalankan mandat menjaga perdamaian dan melindungi masyarakat sipil secara defensif.

Sugiono menyatakan Indonesia berkomitmen mengirim hingga sekitar 8.000 personel untuk bergabung dalam misi International Stabilization Force (ISF) sebagai bagian dari kontribusi menjaga stabilitas dan perdamaian global.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Pernyataan itu disampaikan Sugiono kepada awak media di Washington D.C., Amerika Serikat, Jumat, 20 Februari 2026.

Menurut Sugiono, pengerahan pasukan akan dilakukan secara bertahap mengikuti pembagian sejumlah sektor operasi yang telah dirancang dalam kerangka ISF.

Total kekuatan gabungan dalam misi tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 20.000 personel dari berbagai negara yang berpartisipasi.

Keterlibatan Indonesia dalam ISF bukan berkaitan dengan hubungan diplomatik dengan pihak tertentu, melainkan murni mandat internasional untuk menjaga perdamaian dan melindungi masyarakat sipil. Indonesia, kata dia, akan menjalankan tugas sesuai ketentuan yang telah disepakati dalam mandat ISF.

Yang kita lakukan adalah menjaga masyarakat sipil kedua belah pihak,” imbuh Sugiono.

Pemerintah juga telah menyampaikan national caveat atau batasan nasional kepada otoritas ISF. Dalam batasan tersebut, Indonesia menegaskan tidak akan terlibat dalam operasi militer ofensif, pelucutan senjata, maupun demiliterisasi.

Pasukan Indonesia hanya diperkenankan melakukan tindakan defensif untuk mempertahankan diri jika menghadapi ancaman langsung.

Selain itu, Sugiono mengungkapkan bahwa Indonesia dipercaya menempati posisi Deputy Commander Operasi dalam struktur ISF.

Penunjukan tersebut disebut sebagai bentuk penghargaan atas rekam jejak dan reputasi prajurit Indonesia dalam berbagai misi penjaga perdamaian dunia.

Dengan keterlibatan dalam struktur kepemimpinan operasi, Indonesia diharapkan dapat memastikan kontribusinya tetap selaras dengan prinsip perdamaian, stabilitas, serta perlindungan kemanusiaan internasional, sekaligus memperkuat perlindungan bagi personel di lapangan.(*)

UMGO