ADV Honda

IRGC Klaim Tembakkan Empat Rudal Balistik ke Kapal Induk AS Abraham Lincoln

782
×

IRGC Klaim Tembakkan Empat Rudal Balistik ke Kapal Induk AS Abraham Lincoln

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Panglima Angkatan Darat Iran Amir Hatami
Banner Artikel Pilihan

DIGIMEDIA.ID – Islamic Revolutionary Guard Corps atau Garda Revolusi Iran mengklaim telah menembakkan empat rudal balistik ke kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, dalam sebuah operasi militer yang disebut sebagai bagian dari misi “True Promise 4”.

Informasi tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang dikutip media Iran pada Minggu (waktu setempat). Kantor hubungan masyarakat IRGC menyebut serangan itu sebagai respons dalam rangkaian operasi militer yang mereka beri nama “True Promise 4”.

Klaim tersebut dipublikasikan oleh kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, yang menyebutkan bahwa empat rudal balistik telah diarahkan ke kapal induk milik Angkatan Laut Amerika Serikat tersebut.

Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer Amerika Serikat terkait adanya serangan maupun dampak kerusakan terhadap kapal induk tersebut. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan material yang dapat diverifikasi secara independen.

Selain itu, Brigadir Jenderal Amir Hatami, Panglima Angkatan Darat Iran, menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran bertindak secara tegas dalam menghadapi musuh, menunjukkan komitmen Teheran untuk mempertahankan diri dari apa yang mereka pandang sebagai ancaman asing.

Kapal induk USS Abraham Lincoln merupakan salah satu armada utama Angkatan Laut AS yang kerap beroperasi di kawasan strategis, termasuk Timur Tengah, sebagai bagian dari proyeksi kekuatan militer Washington di wilayah tersebut.

Sebelumnya, beberapa media Barat dan internasional melaporkan bahwa Panglima Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Amir Hatami, telah tewas dalam serangan gabungan oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026.

Laporan-laporan ini muncul dari media nasional Israel dan beberapa media internasional yang mengatakan bahwa serangan udara menargetkan pejabat tinggi militer Iran selama ofensif militer tersebut.

Namun, pihak militer Iran melalui pernyataan resmi membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa Amir Hatami tetap hidup serta masih aktif menjalankan tugasnya sebagai komandan angkatan darat.

Iran menyerukan publik untuk tidak mempercayai kabar yang belum dikonfirmasi dan hanya mengandalkan informasi dari sumber resmi pemerintah iran.(*)