ADV Honda

Pemkab Boalemo dan BI Bahas Stabilitas Harga Pangan

29
×

Pemkab Boalemo dan BI Bahas Stabilitas Harga Pangan

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Bupati Boalemo Rum Pagau menghadiri HLM TPID bersama BI Gorontalo untuk membahas pengendalian inflasi dan stabilitas harga pangan daerah.

DIGIMEDIA.ID – Komoditas Barito, yakni bawang, rica, dan tomat, disebut menjadi salah satu penyebab utama cepatnya kenaikan harga di pasar Kabupaten Boalemo.

Kondisi itu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Boalemo bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Gorontalo dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Rabu (20/5/2025).

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Pertemuan yang digelar di Kantor BI Perwakilan Provinsi Gorontalo tersebut membahas langkah pengendalian inflasi dan stabilitas harga pangan di daerah.

Bupati Boalemo, Rum Pagau, mengatakan pemerintah daerah hampir setiap hari memantau perkembangan harga pangan di pasar-pasar.

Selain pemantauan pasar, pemerintah daerah juga menggelar pasar murah untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat.

Pada Ramadan lalu, Pemkab Boalemo bekerja sama dengan Polda Gorontalo membuka toko inflasi di setiap kecamatan.

Program tersebut dinilai memberi dampak positif terhadap pengendalian harga pangan di tingkat masyarakat.

“…dengan di bukanya tokoh inflasi di setiap kecamatan mempunyai dampak positif,” ujar Rum Pagau.

Pemerintah Kabupaten Boalemo juga terus memberikan arahan kepada petani Barito agar menjaga produksi dan pasokan komoditas pangan tetap stabil.

Menurut Rum, pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab pemerintah daerah demi menjaga daya beli masyarakat.

Ia juga mengapresiasi keberadaan BI Perwakilan Provinsi Gorontalo yang membantu daerah memantau perkembangan harga pangan harian.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala BI Perwakilan Provinsi Gorontalo Bambang Setya Permana, Kepala BPS Kabupaten Boalemo Muhammad Syaiful, Sekretaris Daerah Nurdin Baderan, Asisten II Sherman Moridu, pihak Bulog, Pertamina, dan pimpinan OPD terkait.(*)