ADV Honda

Anak-anak SD dan MI di Kabupaten Gorontalo Dilatih Berani Tampil dan Percaya Diri Lewat Lomba Bertutur

26
×

Anak-anak SD dan MI di Kabupaten Gorontalo Dilatih Berani Tampil dan Percaya Diri Lewat Lomba Bertutur

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Bunda Literasi Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi, saat menghadiri dan memberikan motivasi pada peserta Lomba Bertutur tingkat SD dan MI di Limboto.

DIGIMEDIA.ID – Sebanyak 98 peserta SD dan MI di Kabupaten Gorontalo mengikuti Lomba Bertutur sebagai ruang membangun keberanian, karakter, dan budaya literasi sejak usia dini.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kasmat Lahay Convention Centre, Limboto, itu menjadi wadah bagi pelajar SD dan MI untuk melatih kemampuan bertutur, kepercayaan diri, dan kecintaan terhadap dunia

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Bunda Literasi Kabupaten Gorontalo, Maryam Sofyan Puhi, mengatakan lomba bertutur bukan sekadar ajang mencari juara.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana membangun minat baca, kreativitas, serta kemampuan anak memahami dan menyampaikan isi bacaan.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar mencintai buku, memahami isi bacaan, lalu menyampaikan kembali dengan ekspresi dan kreativitas mereka sendiri. Inilah proses literasi yang sesungguhnya,” ujar Maryam.

Penguatan budaya membaca dinilai penting di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan gawai di kalangan anak-anak.

Karena itu, kemampuan membaca dan bertutur perlu terus diperkuat agar generasi muda mampu mengikuti perkembangan zaman dengan wawasan yang baik.

“Anak yang gemar membaca akan memiliki wawasan luas, berpikir kreatif, dan lebih percaya diri,” katanya.

Maryam juga mengajak peserta menjadikan lomba tersebut sebagai ruang belajar dan pengalaman berharga, bukan sekadar kompetisi.

Keberanian tampil di depan umum dan semangat belajar dinilai menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anak sejak dini.

Ia berharap kegiatan itu mampu melahirkan generasi muda yang cinta membaca, mencintai budaya daerah, dan menjadi duta literasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Maryam turut memberikan apresiasi kepada guru dan orang tua yang terus mendampingi anak-anak membangun kebiasaan membaca sejak dini.

“Budaya literasi tidak bisa tumbuh hanya lewat kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi kebiasaan sehari-hari,” tandasnya.(*)