ADV Honda

Jelang Kedatangan Seruni KMP, Program PMT Balita Digenjot di Bone Bolango

73
×

Jelang Kedatangan Seruni KMP, Program PMT Balita Digenjot di Bone Bolango

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 6 detik
Sejumlah balita menjalani penimbangan sebagai data awal dalam pelaksanaan intervensi PMT di Desa Huangobotu, Bone Bolango.

BONE BOLANGO – Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal mulai diperkuat bagi balita pra-stunting di Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango.

Intervensi tersebut menyasar 30 balita dengan kondisi berat badan tidak naik serta satu balita wasting sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting di Gorontalo.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Program ini sekaligus menjadi persiapan kunjungan Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) ke Provinsi Gorontalo pada 13–14 Oktober 2026.

Dalam kunjungan itu, Seruni KMP diarahkan melihat secara langsung inovasi dan praktik penanggulangan stunting melalui pendekatan Mo’osehati Terpadu, khususnya di Kecamatan Kabila Bone.

Pemberian PMT tidak dilakukan secara terpisah, tetapi disertai pemantauan pertumbuhan dan pendampingan sesuai kondisi masing-masing balita yang menjadi sasaran intervensi.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengatakan dukungan Seruni diharapkan terintegrasi dengan ekosistem penanggulangan stunting yang telah berjalan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan kunjungan Seruni KMP untuk melihat secara langsung bagaimana Mo’osehati Terpadu mengintegrasikan berbagai program dan sumber daya dalam penanggulangan stunting.”

Anang menjelaskan, dukungan PMT berbasis pangan lokal menjadi contoh intervensi yang dilakukan secara konkret dan terarah dengan mengintegrasikan pelayanan yang telah berjalan di masyarakat.

Pada hari pertama pelaksanaan PMT, orang tua balita sasaran mendapatkan edukasi mengenai pemenuhan gizi dan pengasuhan untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Kegiatan diawali penimbangan untuk memperoleh data dasar intervensi. Selanjutnya, kondisi awal balita didokumentasikan sebagai bagian dari proses pemantauan selama rangkaian kegiatan.

Mo’osehati Terpadu menghubungkan berbagai program dan sumber daya dalam penanganan masalah gizi di tingkat masyarakat, termasuk Posyandu 6 SPM dan program Makan Bergizi Gratis.

Pendekatan tersebut juga mencakup Dapur DASHAT, Rumah Desa Sehat, Puskesmas, kader, tenaga gizi, hingga pendampingan keluarga sebagai bagian dari upaya penanggulangan stunting.

Persiapan kegiatan sebelumnya telah dikoordinasikan melalui pertemuan daring dan luring bersama Ketua Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo, Ny. Hj. Nani Ismail Mokodongan, serta jajaran terkait.

Mahasiswa Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo turut melakukan wawancara kepada orang tua balita untuk mendokumentasikan kondisi awal dan mendukung pemantauan intervensi.

Pelaksanaan di lapangan dikawal Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo bersama Tim Kerja Peduli Stunting, Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Puskesmas Kabila Bone, serta kader Posyandu Desa Huangobotu.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk memperlihatkan implementasi Mo’osehati Terpadu di tingkat lapangan kepada Seruni KMP pada kunjungan Oktober mendatang.(*)

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida
UMGO