ADV Honda

Wamendikdasmen Apresiasi PPG UMGO Cetak Guru Profesional

83
×

Wamendikdasmen Apresiasi PPG UMGO Cetak Guru Profesional

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Wamendikdasmen RI Fajar Riza Ul Haq saat memberikan pembinaan kepada mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), di Aula Fakultas Kedokteran UMGO, Selasa (18/8/2026).

DIGIMEDIA.ID – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) mendapat apresiasi Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Republik Indonesia Fajar Riza Ul Haq.

Apresiasi itu disampaikan Fajar saat melakukan kunjungan dan pembinaan mahasiswa PPG di UMGO, Selasa (18/8/2026).

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran UMGO tersebut menjadi ruang penguatan bagi mahasiswa PPG dalam mempersiapkan diri sebagai guru profesional.

Menurut Fajar, keberadaan PPG memiliki posisi penting dalam membangun kualitas profesi guru di tengah kebutuhan pendidikan yang terus berkembang.

Ia menilai guru tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga membutuhkan kompetensi dan panggilan untuk mendidik.

Fajar juga mengapresiasi kepercayaan pemerintah kepada UMGO untuk menyelenggarakan PPG sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan.

“PPG membuat UMGO semakin strategis. Kita membutuhkan guru yang kompeten, profesional, dan memiliki panggilan untuk mendidik,” ujar Fajar.

Ia mendorong mahasiswa PPG memanfaatkan pendidikan profesi tersebut untuk terus mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan.

Menurut Fajar, guru profesional membutuhkan kemauan untuk belajar, beradaptasi, serta terus meningkatkan kompetensi sepanjang menjalankan profesinya.

“Adik-adik peserta PPG harus terus meningkatkan kompetensi dan menyalakan optimisme untuk menjadi guru terbaik,” pesannya.

Dalam pembinaan itu, Fajar turut menjelaskan perhatian pemerintah terhadap peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui berbagai kebijakan pendidikan.

Ia menyebut penguatan profesionalisme guru perlu berjalan seiring dengan kebijakan yang mendukung kesejahteraan tenaga pendidik.

Pemerintah, kata Fajar, terus mendorong perluasan PPG dan sertifikasi guru, sekaligus mengarahkan penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) agar lebih cepat.

Penyaluran TPG juga diarahkan agar berlangsung secara efisien dan tepat sasaran sehingga manfaat kebijakan dapat diterima tenaga pendidik.

“PPG menyiapkan profesionalismenya, sedangkan TPG merupakan ikhtiar pemerintah meningkatkan kesejahteraan. Keduanya harus bermuara pada pembelajaran yang lebih bermutu,” katanya.

Fajar berharap peserta PPG tidak memandang program tersebut sebatas tahapan memperoleh sertifikasi, tetapi sebagai proses membangun kapasitas dan karakter pendidik.

Sementara itu, Rektor UMGO Prof. Dr. H. Abd. Kadim Masaong, M.Pd., mengapresiasi kunjungan Wamendikdasmen yang dinilai memberikan penguatan bagi penyelenggaraan PPG di UMGO.

Menurut Kadim, kepercayaan pemerintah kepada UMGO untuk menyelenggarakan PPG merupakan tanggung jawab yang harus dijawab melalui peningkatan kualitas layanan.

“UMGO akan terus mendukung penguatan pendidikan dan mempersiapkan calon guru yang profesional,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan Fajar yang dinilai memberikan tambahan semangat bagi UMGO dalam membangun pendidikan.

Di sisi lain, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Gorontalo Dr. Sabara Karim Ngou menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan pendidikan di Gorontalo.

Saat ini, terdapat 58 sekolah Muhammadiyah di Gorontalo dengan tingkat kemandirian yang beragam.

Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi Muhammadiyah untuk terus memperkuat lembaga pendidikan yang dikelolanya.

Sabara mengatakan sebagian sekolah telah mandiri, sementara lainnya masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan pendidikan.

“Namun, optimisme harus terus kita jaga. Kehadiran Pak Wamen Fajar memberikan semangat bagi kami untuk terus membangun dan memperbaiki sekolah-sekolah Muhammadiyah di Gorontalo,” ujarnya.

Fajar turut menekankan bahwa lembaga pendidikan yang dikelola masyarakat merupakan mitra pemerintah dalam memperluas akses serta meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia mendorong Muhammadiyah di Gorontalo terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

“Gorontalo berkembang dengan kontribusi Muhammadiyah. Membantu Muhammadiyah berarti membantu pemerintah karena lembaga pendidikan yang dikelola masyarakat adalah mitra negara,” tuturnya.

Kunjungan Fajar ke UMGO juga memiliki makna personal karena 26 tahun lalu, tepatnya 2000, ia pernah datang ke Gorontalo sebagai mahasiswa UMS.

Saat itu, Fajar datang sebagai peserta MTQ. Kini, ia kembali ke Gorontalo dengan amanah berbeda untuk menjalankan tugas di bidang pendidikan.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir agar kader Muhammadiyah di pemerintahan tetap menyapa Persyarikatan di daerah.

“Karena dari Muhammadiyah kami berasal. Saya mendorong Muhammadiyah terus berkiprah, memperkuat kemitraan, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Gorontalo,” pungkasnya.(*)

UMGO