ADV Honda

Ratusan Bidan Ikuti Seminar Nasional Transformasi Digital Kesehatan di Kota Gorontalo

66
×

Ratusan Bidan Ikuti Seminar Nasional Transformasi Digital Kesehatan di Kota Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, menjadi narasumber pada Seminar Nasional Transformasi Digital Kesehatan di Hotel Amaris Kota Gorontalo, Minggu (19/7/2026).
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Ratusan bidan mengikuti Seminar Nasional bertema “Optimalisasi Peran Bidan di Era Transformasi Digital untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)” di Hotel Amaris Kota Gorontalo, Minggu (19/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Gorontalo Utara dan dilaksanakan secara luring maupun daring.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Seminar terakreditasi melalui Learning Management System (LMS) Plataran Sehat Kementerian Kesehatan RI itu menjadi forum ilmiah penguatan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya bidan.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, hadir sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Anang menjelaskan AKI dan AKB masih menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan kesehatan.

Meski menunjukkan tren penurunan beberapa tahun terakhir, upaya penekanannya masih memerlukan peningkatan kualitas pelayanan, penguatan sistem rujukan, dan pemanfaatan teknologi digital.

Anang menyebut sejumlah tantangan yang masih dihadapi, seperti keterlambatan deteksi faktor risiko, lambatnya proses rujukan, dan keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan berkualitas.

Menurutnya, transformasi digital dapat mempercepat pelayanan melalui Rekam Medis Elektronik (RME), integrasi platform SATUSEHAT, telemedicine, aplikasi pemantauan ibu hamil, dan dashboard pelaporan kesehatan.

“Transformasi digital bukan untuk menggantikan peran bidan, tetapi menjadi alat yang memperkuat pelayanan agar lebih cepat, tepat, dan berkualitas bagi setiap ibu dan bayi,” kata Anang.

Ia menegaskan bidan memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak, mulai dari pelayanan antenatal hingga memastikan rujukan dilakukan tepat waktu.

Anang juga memaparkan strategi percepatan penurunan AKI dan AKB, di antaranya peningkatan kualitas pelayanan antenatal, skrining kehamilan risiko tinggi, pemanfaatan data digital, penguatan pelayanan primer, serta edukasi masyarakat berbasis digital.

“Bidan yang kompeten, didukung teknologi dan kolaborasi yang kuat, akan menjadi kunci percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Provinsi Gorontalo,” ujarnya.

Seminar nasional tersebut diharapkan membuat para bidan semakin siap mengimplementasikan transformasi digital dalam pelayanan sehari-hari sehingga mampu menghadirkan layanan kesehatan ibu dan anak yang lebih aman, efektif, dan berkualitas.

Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama IBI Cabang Gorontalo Utara dengan Promedicalth Gorontalo serta terhubung dengan LMS Plataran Sehat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.(*)

UMGO