ADV Honda
banner 728x90

Tinggalkan Pola Parsial, Bappeda Rancang Ekosistem Ekonomi Terintegrasi di Kabila Bone

7
×

Tinggalkan Pola Parsial, Bappeda Rancang Ekosistem Ekonomi Terintegrasi di Kabila Bone

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 6 detik
Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, memaparkan rencana pengembangan ekosistem ekonomi terintegrasi bagi masyarakat di Kecamatan Kabila Bone.

BONE BOLANGO – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Bone Bolango merancang ekosistem ekonomi terintegrasi di Kecamatan Kabila Bone. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat setempat.

Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, menegaskan pembangunan harus bergeser. Program perdesaan kini difokuskan untuk menghasilkan dampak ekonomi yang nyata bagi warga.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Kabila Bone memiliki modal ekonomi besar. Terdapat 1.362 pelaku UMKM, potensi perikanan di TPI Inengo, serta komoditas pertanian unggulan seperti pisang dan cabai rawit.

Kawasan ini juga didukung destinasi wisata bahari. Taman Laut Olele dan Botubarani tercatat telah menarik lebih dari 110 ribu wisatawan domestik maupun mancanegara.

Namun, besarnya potensi tersebut belum dirasakan maksimal oleh masyarakat. Selama ini, berbagai potensi dan program sektoral masih cenderung berjalan sendiri-sendiri secara parsial, Karena itu, Bappeda mendorong perubahan pola pembangunan.

“Bukan kekurangan potensi, tapi kekurangan orkestrasi,” ujar Sri Mulyani menyoroti perlunya konektivitas antar sektor saat Sosialisasi Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan ini digelar di Naffil Cafe dan Resto, Jumat (2/10/2026).

Target utamanya menciptakan rantai ekonomi dari hulu hingga hilir. Wisatawan yang datang tidak sekadar menjadi angka kunjungan, tetapi harus membuka ruang ekonomi baru.

Kehadiran turis diharapkan memacu UMKM lokal. Nelayan mendapat pasar lebih luas, sementara pelaku usaha kuliner dan masyarakat memperoleh peluang pendapatan baru.

Pada sektor pertanian dan perikanan, produk warga tak lagi dijual mentah. Komoditas diarahkan masuk tahap pengolahan, pengemasan, hingga distribusi agar nilainya meningkat secara ekonomi.

Bappeda menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mewujudkannya. Ini mencakup pemetaan potensi sembilan desa, penguatan Tourism Information Centre (TIC), pendampingan UMKM, hingga pengembangan kemasan produk.

Pemerintah juga akan memperkuat peran BKAD dan BUMDesma. Kedua lembaga tersebut disiapkan sebagai agregator utama ekonomi kawasan untuk menghubungkan produk lokal dengan pasar.

Akses pasar turut diperluas melalui katalog produk dan business matching. Kerja sama dengan hotel, restoran, pasar modern, dan industri pariwisata terus dijajaki.

Kabila Bone dipilih sebagai kawasan percontohan karena kelengkapan potensinya. Jika pola ini sukses, model serupa akan dikembangkan di wilayah lain di Bone Bolango.

Keberhasilan diukur dari kemampuan kawasan menciptakan usaha dan memperluas pasar. Pada akhirnya, semua bermuara pada peningkatan nilai tambah dan pendapatan ekonomi masyarakat perdesaan.

Ukuran keberhasilannya diarahkan pada seberapa besar potensi kawasan mampu menciptakan usaha, memperluas pasar, meningkatkan nilai tambah dan pada akhirnya memperkuat pendapatan masyarakat,” pungkasnya.(*)

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida
UMGO