ADV Honda

Ramai Diserbu, Pasar Murah Diminta Warga Sediakan LPG 3 Kg

235
×

Ramai Diserbu, Pasar Murah Diminta Warga Sediakan LPG 3 Kg

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Erwinsyah Ismail saat diwawancarai di pasar murah bersubsidi di Lapangan Masjid Abdullah Muallimin, Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Selasa (10/3/2026). (Foto : Mila)
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Pelaksanaan pasar murah bersubsidi di Lapangan Masjid Abdullah Muallimin, Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Selasa (10/3/2026), disambut antusias masyarakat. Warga memadati lokasi untuk membeli sembako dengan harga lebih terjangkau.

Kegiatan ini menjadi alternatif bagi warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar, terutama pada bulan Ramadan ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Salah satu warga Heledulaa Utara, Hamsaya Basalamah, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah yang menyediakan berbagai komoditas dengan harga lebih murah.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat meringankan beban masyarakat, khususnya saat Ramadan. Antusiasme warga terlihat dari antrean panjang masyarakat yang datang sejak pagi.

“Di bawah dari harga pasar, memang bagus. Murah, meriah, dan terjangkau oleh masyarakat. Antriannya juga luar biasa. Saya beli semua komoditi, kurang gas yang tidak ada,” kata Hamsaya.

Ia mengatakan membeli seluruh komoditas yang disiapkan dalam pasar murah tersebut. Namun, ia berharap ke depan gas LPG juga dapat disediakan dalam kegiatan serupa.

Menurut Hamsaya, LPG sangat dibutuhkan rumah tangga, terutama pada bulan Ramadan ketika aktivitas memasak meningkat untuk menyiapkan makanan berbuka puasa.

“Berharap agar supaya dari Pemprov bisa melakukan pasar murah tentang harga LPG. Walaupun harga LPG itu tetap dengan harga Rp 18.000, cuma tetap pemerintah harus mengadakan,” kata Hamsaya.

“Terima kasih untuk bapak gubernur dan bapak Ketua Dewan Erwin Ismail,” imbuhnya.

Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail, menjelaskan ketersediaan LPG 3 kilogram sebenarnya cukup jika dilihat dari sisi distribusi.

Ia menyebut setiap stasiun pengisian dapat menyalurkan lebih dari 12 ribu tabung per hari kepada pangkalan-pangkalan yang kemudian mendistribusikannya ke masyarakat.

“Sebenarnya kuotanya itu banyak, satu hari mereka mengeluarkan di satu SPPBE itu 12.000 hingga 12.500 tabung. Itu didistribusi oleh pangkalan-pangkalan. Di Gorontalo ini ada dua stasiun pengisian itu, kalau dikalikan dua berarti ada 25.000 tabung setiap hari yang didistribusikan,” ungkap Erwin.

Selain itu, Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan LPG bersubsidi secara bijak dan sesuai peruntukannya.

“Makanya saya menghimbau kepada masyarakat lebih bijak untuk menggunakan gas tiga kilo, digunakan sesuai peruntukan. Untuk warung-warung makan, yang punya usaha itu nggak boleh pakai gas tiga kilo. Itu harus khusus untuk masyarakat miskin,” kata Erwin.

“Sedangkan kebalikannya, stok gas yang lima setengah kilo, yang warna pink itu, itu ready,” tambah Erwin.

Erwin juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan barang bersubsidi memiliki konsekuensi hukum. Karena itu masyarakat diminta tidak memperjualbelikan atau menggunakan LPG bersubsidi di luar ketentuan.(*)

UMGO